Amaq Santi, korban begal yang menjadi tersangka karena membela diri. Foto: Metro TV
Amaq Santi, korban begal yang menjadi tersangka karena membela diri. Foto: Metro TV

Dalil Polisi Setop Kasus Korban Begal Jadi Tersangka

Nasional polri kriminalitas jalanan pembegalan begal
Kautsar Widya Prabowo • 17 April 2022 02:52
Jakarta: Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) memutuskan untuk menyetop perkara korban begal jadi tersangka, yang menjerat Amaq Sinta. Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) telah diterbitkan, dan disimpulkan Amaq Sinta melakukan pembelaan
 
"Sehingga tidak ditemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum baik secara formil dan materiil," kata Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Djoko Poerwanto kepada wartawan, Sabtu, 16 April 2022.
 
Menurut Djoko, keputusan dari gelar perkara tersebut berdasarkan peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019, Pasal 30 tentang penyidikan tindak pidana bahwa penghentian penyidikan dapat dilakukan demi kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peristiwa yang dilakukan oleh Amaq Sinta merupakan untuk membela diri sebagaimana Pasal 49 Ayat (1) KUHP soal pembelaan terpaksa," jelas Djoko.
 
Baca: Harus Melawan Ketika Bertemu Begal
 
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menekankan bahwa, penghentian perkara tersebut dilakukan demi mengedepankan asas keadilan, kepastian dan terutama kemanfaatan hukum bagi masyarakat.
 
"Dalam kasus ini, Polri mengedepankan asas proporsional, legalitas, akuntabilitas dan nesesitas," tutup Dedi.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif