Ilustrasi KPK - MI.
Ilustrasi KPK - MI.

Eks Petinggi Connaught Internasional Kembali Dipanggil KPK

Nasional emirsyah satar tersangka
Juven Martua Sitompul • 14 Agustus 2019 12:38
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengagendakan pemeriksaan mantan Manager Administrasi & Finance Connaught Internasional Pte. Ltd, Sallyawati Rahardja. Dia diperiksa terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero).
 
“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (mantan Direktur Utama PT GarudaIndonesia, Emirsyah Satar),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Belum diketahui detail kaitan Sallyawati dalam kasus ini. Tapi, ini bukan kali pertama dia diperiksa sebagai saksi. Sallyawati kerap bolak balik ruang penyidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik juga memanggil Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan, Aries Afrian Zain. Dia akan diperisa sebagai saksi tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedardjo.
 
Dalam kasus suap di Garuda, Emirsyah dan Soetikno diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset senilai USD4 juta atau setara Rp52 miliar dari perusahaan asal Inggris, Rolls-Royce. Pemberian suap melalui Soetikno dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd.
 
Suap diduga terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014. Emirsyah juga disinyalir menerima suap terkait pembelian pesawat dari Airbus.
 
Dari hasil pengembangan, KPK kembali menetapkan Emirsyah dan Soetikno sebagai tersangka kasus TPPU. Emirsyah diduga membeli rumah di Pondok Indah senilai Rp5,79 miliar. Emirsyah juga diduga mengirimkan uang ke rekening perusahaannya di Singapura senilai USD680 ribu dan EUR1,02 juta.
Termasuk, melunasi apartemen di Singapura senilai SGD1,2 juta.
 
Emirsyah dan Soetikno diduga melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juntl Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif