Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

KPK Pelototi Penanganan Kasus Penyelundupan Harley

Nasional Garuda Indonesia harley-davidson
Kautsar Widya Prabowo • 08 Desember 2019 23:02
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap melakukan supervisi terhadap kasus penyelundupan motor besar Harley Davidson dan sepeda Brompton yang dilakukan sejumlah Direksi Garuda Indonesia. Kasus ini tengah ditangani Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
 
"Tiba-tiba di balik isu transaksional mereka (PPNS) tidak serius menindalanjuti, terus ada hal-hal lain bisa supervisi," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang usai mengisi diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk 'Hentikan Diskon Hukuman Koruptor' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 8 Desember 2019.
 
Saut mengatakan penyelundupan barang mewah yang merugikan negara bukan kali pertama terjadi. Berbagai macam modus dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab agar terhindar dari pajak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana orang memasukkan barang dan menghindar dari tax, itu kan modus banyak dan umum," ujarnya.
 
Saut bahkan mengaku sempat menyaksikan langsung bagaimana tindakan penyelundupan itu terjadi. Namun, dia menjawab diplomatis saat disinggung adanya campur tangan dari pemangku kepentingan.
 
"Contohnya yang disebut kunci inggris enggak taunya di dalam bukan kunci inggris, (justru) kendaraan. Ini modus yang segera kita hentikan," pungkasnya.
 
Garuda Indonesia menjadi sorotan setelah penyelundupan Harley Davidson dan dua sepeda lipat Brompton terbongkar. Kendaraan itu ditemukan di dalam pesawat baru Garuda Indonesia jenis Airbus A330-900 seri Neo dari Toulouse, Prancis, Sabtu, 16 November 2019.
 
Harga motor Harley itu berkisar Rp200 juta-Rp800 juta. Sementara itu, nilai Brompton berkisar antara Rp50 juta-Rp60 juta per unitnya. Total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta-Rp1,5 miliar akibat kasus ini.
 
Ari diduga kuat pemiliki Harley ilegal ini. Direktur Keuangan (Dirkeu) Garuda Indonesia Fuad Rizal pun ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt) direktur utama menggantikan Ari.
 
Fuad tak tercatat dalam manifes pesawat Airbus A330-900 Neo yang membawa Harley dan Brompton selundupan. Dia bakal memegang kendali hingga rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) penentuan direktur utama definitif digelar.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif