Harley-Davidson sitaan dari Pesawat Garuda Indonesia. Medcom/Annisa Ayu
Harley-Davidson sitaan dari Pesawat Garuda Indonesia. Medcom/Annisa Ayu

Bareskrim Diminta Ambil Alih Kasus Penyelundupan Harley

Nasional Garuda Indonesia harley-davidson
Muhammad Syahrul Ramadhan • 09 Desember 2019 02:20
Jakarta: Bareskrim Polri diminta segera mengambil alih kasus penyelundupan motor besar Harley Davidson dan sepeda Brompton. Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
 
"Polda Metro Jaya bisa, Bareskrim juga bisa. Namun, kalau melihat kasusnya yang begitu besar, saya mengharapkan Bareskrim saja," kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Lemkapi Edi Saputra Hasibuan dikutip dari Antara, Jakarta, Minggu, 8 Desember 2019.
 
Bareskrim didorong segera melakukan koordinasi dengan Ditjen Bea dan Cukai guna mengembangkan kasus. Polisi, kata dia, bisa menggarap kasus ini dari sisi pidananya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah waktunya Bareskrim Polri mengambil langkah penyelidikan. Setelah terang kasusnya seperti apa, ada tindak pidana di dalamnya, baru meningkat menjadi penyidikan," kata Edi.
 
Edi yakin di tangan polisi, kasus penyelundupan ini akan semakin terang. "Siapa-siapa yang terlibat di situ, saya kira lebih tepat Bareskrim Polri yang tangani," pungkasnya.
 
Garuda Indonesia menjadi sorotan setelah penyelundupan Harley Davidson dan dua sepeda lipat Brompton terbongkar. Kendaraan itu ditemukan di dalam pesawat baru Garuda Indonesia jenis Airbus A330-900 seri Neo dari Toulouse, Prancis, Sabtu, 16 November 2019.
 
Harga motor Harley itu berkisar Rp200 juta-Rp800 juta. Sementara itu, nilai Brompton berkisar antara Rp50 juta-Rp60 juta per unitnya. Total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta-Rp1,5 miliar akibat kasus ini.
 
Ari diduga kuat pemiliki Harley ilegal ini. Direktur Keuangan (Dirkeu) Garuda Indonesia Fuad Rizal pun ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt) direktur utama menggantikan Ari.
 
Fuad tak tercatat dalam manifes pesawat Airbus A330-900 Neo yang membawa Harley dan Brompton selundupan. Dia bakal memegang kendali hingga rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) penentuan direktur utama definitif digelar.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif