Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

KPK Kaji Temuan Malaadministrasi Ombudsman

Nasional kpk ombudsman pelayanan publik
Juven Martua Sitompul • 04 Juli 2019 11:13
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji temuan malaadministrasi terkait pengawalan terdakwa Idrus Marham dari Ombudsman Kantor Perwakilan DKI Jakarta. Kesalahan prosedur tersebut menjadi bahan evaluasi KP.
 
"Kami pelajari dulu karena tadi baru didapatkan oleh Biro Umum tentu perlu dilihat secara lebih rinci apa saja yang ditemukan dan fakta-faktanya bagaimana," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Febri memastikan pengawalan tahanan yang dijalankan petugas sudah sesuai prosedur tetap (protap) atau standar operasional prosedur (SOP) di KPK. Salah satunya, penggunaan borgol dan rompi tahanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Febri, penggunaan borgol dan rompi tahanan kepada terdakwa atau tersangka yang menjalani perawatan hanya berlaku pada saat petugas membawa pihak terkait ke luar Rutan KPK. Rompi dan borgol dilepas saat tahanan tiba di rumah sakit.
 
"Karena ada pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya ada kondisi di rumah sakit yang dalam proses di sana tentu akan ada risiko-risiko keributan atau risiko lain yang sifatnya kondisional," kata Febri.
 
Baca juga:Ombudsman Temukan Maladministrasi di Rutan KPK
 
Borgol dan rompi juga akan dilepas saat tahanan menjalani salat Jumat. Hal ini dilakukan untuk memenuhi hak para tahanan menjalankan ibadah.
 
"Kami membawa tahanan untuk melaksanakan ibadah salat Jumat itu tidak dilakukan pemborgolan apalagi kalau sedang menjalankan upaya pengobatan atau ibadah atau yang lain-lainnya," ucap dia.
 
Febri mengatakan KPK mempertimbangkan usulan Ombudsman jika borgol dan rompi tetap dipakai sampai tahanan diserahkan kepada dokter. Termasuk saat tahanan berada di bandara dan tempat lain.
 
"Pertimbangan bagi KPK ialah pengamanan semakin menarik perhatian publik maka semakin berisiko terkait pengamanan para tahanan tersebut, sehingga hal-hal lain juga menjadi pertimbangan KPK," ujar dia.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif