Aksi 21 Mei 2019 pecah di depan Kantor Bawaslu hingga Tanah Abang, Jakarta Pusat
Aksi 21 Mei 2019 pecah di depan Kantor Bawaslu hingga Tanah Abang, Jakarta Pusat

Penyandang Dana Rencana Pembunuhan Empat Tokoh Terungkap

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Faisal Abdalla • 12 Juni 2019 04:30
Jakarta: Polisi buka suara terkait pihak yang mendanai rencana pembunuhan empat tokoh nasional. Polisi telah menangkap HM yang diduga berperan sebagai penyalur dana tersebut.
 
"Tersangka HM ini berperan memberikan uang. Jadi, uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM," kata Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.
 
HM memberikan uang SGD 15.000 kepada Kivlan Zen. Uang ini kemudian dimanfaatkan Kivlan untuk biaya operasional dan merekrut eksekutor untuk membunuh empat tokoh nasional yaitu Menko Polhukam Wiranto, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, dan pimpinan lembaga survei Yunarto Wijaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, Kivlan memberikan uang Rp5 juta kepada tersangka IR untuk biaya operasional dalam persiapan 'eksekusi' Yunarto. Selain itu, HM juga memberikan uang sebesar Rp60 juta secara langsung kepada tersangka IR.
 
"Rp10 juta untuk operasional, dan Rp50 juta untuk melaksanakan unjuk rasa. langsung diterima HK," ujarnya.
 
HM ditangkap polisi Rabu, 29 Mei 2019 lalu di rumahnya di Jalan Metro Kencana kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Polisi menyita sejumlah alat bukti seperti handphone untuk melakukan komunikasi dan print out rekening bank.
 
Sebelumnya, Mabes Polri membeberkan peran Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen dalam rencana rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei. Kivlan disebut sebagai pihak yang memberikan perintah terhadap rencana pembunuhan ini.
 
Ade mengatakan kasus ini berawal dari penangkapan enam tersangka eksekutor berinisial HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF.
 
"Mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei," kata Ade.
 
Kivlan disebut memberi perintah kepada tersangka HK untuk membunuh empat tokoh nasional. Selain itu Kivlan juga menarget seorang pimpinan lembaga survei, Yunarto Wijaya.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif