KPK Pertimbangkan Menahan Taufik Kurniawan
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang. MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan penahanan Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan. Penahanan bergantung pada hasil pemeriksaan Taufik sebagai tersangka, kasus dugaan suap pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBNP 2016.

"Pimpinan tentu memiliki pertimbangan juga, kita tunggu saja (hasil pemeriksaan)," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 2 November 2018.

Selain hasil pemeriksaan, menurut Saut, kelima pimpinan KPK juga akan mencermati beberapa saran baik dari penyidik. Salah satunya, demi mempermudah proses penyidikan perkara.


"Namun, pimpinan yang akan memutuskan guna mempercepat proses penyidikan langkah yang sebaiknya seperti apa," pungkas Saut.

Baca: KPK Garap Taufik Kurniawan Hari Ini

Taufik sendiri tercatat sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan, yakni pada Kamis, 1 November 2018 dan Kamis, 25 Oktober 2018 lalu. Hal ini tentu akan menjadi pertimbangan KPK untuk menahan politikus PAN tersebut.

KPK menetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka, Selasa, 30 Oktober 2018. Taufik diduga menerima duit dari eks Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad.

Uang diserahkan karena Taufik membantu menambah DAK Kabupaten Kebumen untuk fisik Rp100 miliar di APBN. Penetapan tersangka pada Taufik merupakan pengembangan perkara dari kasus Yahya Fuad.

Atas perbuatannya, Taufik dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id