Mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir. Foto: MI/Adam Dwi.
Mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir. Foto: MI/Adam Dwi.

Polisi Tunggu Iktikad Baik Bachtiar Nasir

Nasional tppu
Cindy • 16 Mei 2019 14:14
Jakarta: Mabes Polri masih menunggu ikditad baik tersangka pencucian uang Bachtiar Nasir untuk menjalani proses hukum. Korps Bhayangkara pun belum berencana menghubungi Interpol untuk memulangkan Bachtiar dari Arab Saudi.
 
"Belum (minta bantuan interpol)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Kepolisian menilai Bachtiar masih kooperatif. Pasalnya, melalui kuasa hukumnya, dia menginformasikan alasan ketidakhadiran dalam pemeriksaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penyidik masih berkeyakinan (Bachtiar) kooperatif. Tinggal menunggu waktu saja untuk bersabar," ucap Dedi.
 
Sebelumnya, kepolisian berencana menjemput paksa mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) itu selepas mendarat di Tanah Air. Hal tersebut lantaran Bachtiar kembali mengelak dari pemanggilan ketiga penyidik dengan alasan pergi ke luar negeri.
 
"Sesuai pasal 112 KUHAP (Kitab Undang Hukum Acara Pidana) ayat 2 yang menyebutkan kalau tidak hadir lagi, penyidik punya kewenangan untuk melakukan penjemputan kepada yang bersangkutan, kemudian nanti dibawa ke Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) baru didengar keterangannya dengan status sebagai tersangka," ungkap Dedi di Mabes Polri, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Bachtiar tidak dapat memenuhi panggilan karena tengah memenuhi undangan Liga Muslim Dunia di Saudi Arabia. Surat permohonan ketidakhadiran juga telah dilayangkan kepada Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan penyidik subdit III Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Bareskrim Polri.
 
Baca: Bachtiar Nasir Kembali Absen Panggilan Polisi
 
"Sudah kemarin Senin (13 Mei), saya ke Mabes (Polri) sampaikan suratnya," ujar pengacara Bachtiar Nasir, Aziz Yanuar, saat dikonfirmasi, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Bachtiar diduga menggunakan dana di Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS) untuk kepentingan pribadi. Dana yang terkumpul selama ini terpakai untuk konsumsi massa yang ikut unjuk rasa. Dana juga digunakan buat pengobatan korban aksi 411 di Jakarta yang luka-luka.
 
Bachtiar disangka melanggar Pasal 70 juncto Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 28 Tahun 2004 atau Pasal 374 KUHP juncto Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP atau Pasal 49 ayat (2) huruf b UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan atau Pasal 63 ayat (2) UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah dan Pasal 3 dan Pasal 5 dan Pasal 6 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif