Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

KAMI Beri Pendampingan Hukum kepada Pegiat yang Ditangkap

Nasional Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Antara • 13 Oktober 2020 23:07
Jakarta: Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bakal memberikan pendampingan hukum bagi pegiatnya yang ditangkap polisi terkait demo Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Bantuan diberikan sepanjang proses hukum berlangsung.
 
"Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia siap untuk memberikan pendampingan, advokasi, dan bantuan hukum untuk proses pemeriksaan," kata kuasa hukum Sekretaris KAMI Syahganda Nainggolan, Ahmad Yani, di Kantor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Menurut dia, sudah banyak advokat yang ingin bergabung untuk membantu proses hukum para petinggi KAMI. Namun, dari delapan pegiat KAMI yang ditangkap, baru Syahganda yang resmi menunjuk Ahmad Yani sebagai kuasa hukumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, anggota Komite Eksekutif KAMI Jumhur Hidayat dan deklarator KAMI Anton Permana belum menunjuk pengacara. Empat pegiat KAMI yang ditangkap di Medan, Sumatra Utara, juga belum memiliki kuasa hukum.
 
Baca: Polri Ngeri Membaca Percakapan Grup WA KAMI
 
Delapan pegiat KAMI yang ditangkap polisi, yakni Juliana, Devi, Wahyu Rasari Putri, Khairi Amri, Kingkin Anida, Anton Permana, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat. Mereka ditangkap di Medan, Jakarta, Depok, dan Tangerang Selatan.
 
Lima orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim. Mereka diduga melanggar Pasal 45 A ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dengan ancaman hukuman hingga enam tahun penjara.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif