Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

Kejagung Berupaya 'Seret' Bos Duta Palma Group ke Ruang Penyidikan

Tri Subarkah • 02 Juli 2022 15:08
Jakarta: Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan pihaknya bakal berupaya menghadirkan pemilik PT Duta Palma Group, Surya Darmadi, ke ruang penyidikan Gedung Bundar. Penyidik akan memeriksa Surya terkait dugaan korupsi penguasaan lahan kelapa sawit di Riau.
 
Nama Surya masuk daftar pencarian orang (DPO). Dia diburu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkaitan dengan perkara rasuah tersebut.
 
"Penyelesaian pidana itu kan bisa melalui mekanisme MLA (mutual legal assistance) seandainya nanti diupayakan pemeriksan tidak bisa," kata Direktur Penyidikan Jampidsus, Supardi, saat dikonfirmasi, Sabtu, 2 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Supardi sempat menduga Surya telah mengganti kewarganegaraan. Namun, pernyataan itu diklarifikasi dan menyebut Surya masih berstatus warga negara Indonesia (WNI). Supardi belum mau mengungkap lokasi persembunyian Surya.
 
Berdasarkan keterangan Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Amur Chandra Juli Buana, Surya masuk daftar red notice sejak 13 Agustus 2020. Penyidik Gedung Bundar, kata Supardi, masih fokus memeriksa saksi-saksi yang lain.
 

Baca: Kejagung: Duta Palma Group Kuasai Lahan Negara Sejak 2014


Di sisi lain, Supardi mengaku sudah mendapat perintah untuk segera berkoordinasi dengan Biro Hukum Kejagung untuk memeriksa Surya. "Kita sudah diperintahkan dengan Biro Hukum, (membahas) nanti mekanisme seperti apa," ujarnya.
 
Penyidik telah memeriksa mantan Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto sebagai saksi pada Jumat, 1 Juli 2022. Pemeriksaan Yopi fokus pada perizinan Duta Palma Group dalam penguasaan lahan kelapa sawit seluas 37 ribu hektare lebih di Indargiri Hulu.
 
"Intinya kan ditanya apakah dia tahu ada izin yang sudah sesuai?" tegas Supardi.
 
KPK sempat mengusut kasus suap pengajuan revisi alih fungsi hutan terkait Duta Palma Group pada 2014. Kasus tersebut turut menyeret nama mantan Gubernur Riau Annas Maamun.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif