Ilustrasi ganja/AFP/Miguel
Ilustrasi ganja/AFP/Miguel

Peredaran Narkoba Antarpulau Digagalkan, 471 Kg Ganja Disita

Nasional narkoba ganja Kasus Narkoba Penegakan Hukum Polda Metro Jaya
Media Indonesia.com • 22 April 2022 15:29
Jakarta: Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkoba jenis ganja jaringan antarpulau. Seberat 471,6 kilogram (kg) ganja disita.
 
"Kami telah mengungkap dan menangkap para pelaku pengedar narkoba dengan barang bukti ganja 471,6 kg. Mereka merupakan pengedar jaringan Aceh, Medan, dan Jakarta," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/4).
 
Polisi menangkap delapan tersangka dari dua lokasi berbeda. Pertama, di Medan Denai, Medan, Sumatra Utara pada Selasa, 5 April 2022 sekitar pukul 20.00 WIB. Polisi menangkap tiga pelaku, yakni PP berperan sebagai pemilik ganja, CA bertugas menjaga gudang ganja, dan HB berperan memindahkan ganja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, polisi menangkap lima tersangka di lokasi kedua Jalan Sei Tuntung Baru, Medan pada Minggu 10 April 2022 sekitar pulul 5.30 WIB. Mereka ialah AC sebagai pemilik ganja, IP berperan sebagai sopir membawa ganja, A bertugas sebagai kondektur dan pengendali komunikasi.
 
Baca: Tebakan Polisi Tepat, Mobil yang Dikejar Berisi Ganja
 
"AB pengendali komunikasi dam mendampingi AC, lalu RR kondektur dan pengendali komunikasi," ujar Zulpan.
 
Zulpan menjelaskan polisi menyita 369 kg ganja kering yang dikemas menjadi 231 paket ganja siap kirim, dua timbangan, dan motor di lokasi pertama. Kemudian, di lokasi kedua polisi menyita 102,6 kg ganja kering yang dikemas menjadi 98 paket, dan satu unit mobil Toyota Avanza.
 
Ratusan kilogram ganja tersebut rencananya akan diedarkan ke Jakarta. Tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
 
"Dengan ancaman hukuman penjara lima tahun dan maksimal hukuman mati," kata Endra Zulpan. (Mohamad Farhan Zhuhri)
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif