Polisi. Ilustrasi: Medcom.id.
Polisi. Ilustrasi: Medcom.id.

Polisi Tinggal Korek Keterangan Ahmad Fanani

Nasional kemah pemuda kasus korupsi
Siti Yona Hukmana • 16 Agustus 2019 13:27
Jakarta: Berkas perkara tersangka dugaan korupsi dana apel dan kemah pemuda Islam Indonesia, Ahmad Fanani, siap dilimpahkan ke kejaksaan. Polisi hanya perlu melengkapi keterangan Fanani.
 
"Tinggal pemanggilan tersangka saja," kata Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan kepada Medcom.id, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengamini masalah ini. Dia menjelaskan semua keterangan saksi sudah cukup memenuhi perkara. Keterangan saksi dan alat bukti ini menjadi modal penetapan tersangka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini kita tinggal menunggu BAP (berita acara pemeriksaan) tersangka saja. BAP tersangka selesai dan diberkas, langsung dilimpahkan ke kejaksaan," jelas Iwan.
 
Iwan berharap Fanani memenuhi panggilan. Rencananya, Fanani dipanggil untuk ketiga kalinya usai peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-74 kemerdekaan, Minggu, 17 Agustus 2019.
 
Fanani mangkir pada pemeriksaan Senin, 22 Juli, dan Senin, 29 Juli 2019. Fanani tak bisa hadir dengan alasan ada agenda penting.
 
Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik menjalankan gelar perkara, Rabu, 19 Juni 2019. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
 
Dalam kasus itu, Fanani diduga merugikan negara hingga Rp1,7 miliar. Sebelum penetapan tersangka, polisi telah memeriksa panitia yang terlibat dalam kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia di Yogyakarta.
 
Polisi juga memeriksa sejumlah eks pengurus Pemuda Muhammadiyah. Mereka di antaranya mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Putra Batu Bara, mantan Sekretaris Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia Virgo Sulianto Gohardi, mantan Bendahara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia Fuji Abdurrohman dan Syahputra.
 
Baca:Dahnil Anzar Kembali Diperiksa Terkait Dana Kemah
 
Kasus dugaan korupsi dana apel dan kemah itu telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menduga ada penggelembungan dana dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.
 
Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) karena dituding menilap uang. Namun, Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu. Pasalnya, tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
Kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia diselenggarakan di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah, 16-17 Desember 2017. Kegiatan ini diinisiasi Kemenpora dan dilaksanakan Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Masing-masing organisasi diberikan dana Rp2 miliar.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif