Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Media Indonesia.
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Media Indonesia.

KPK Telisik Skema Korupsi Proyek Fiktif Waskita Karya

Nasional Korupsi di PT Waskita Karya
Juven Martua Sitompul • 11 Oktober 2019 19:45
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan pemeriksaan dua pegawai PT Waskita Karya bernama Yahya Mauludin dan Apip Ridwan. Keduanya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif yang digarap PT Waskita Karya.
 
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ada sejumlah hal yang dikonfirmasi penyidik dari kedua saksi tersebut. Salah satunya, skema korupsi dari 14 proyek fiktif tersebut.
 
“Penyidik mendalami keterangan saksi terkait proses pembuatan, pembayaran dan pertanggungjawaban kontrak fiktif pada proyek-proyek di PT Wakita Karya (Persero) Tbk,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Divisi II PT Waskita Karya Fathor Rachman ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar. Fathor Rachman dan Yuly Ariandi diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek PT Waskita Karya.
 
Ke-14 poyek itu tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua. Proyek yang sebenarnya telah dikerjakan perusahaan lain dibuat seolah-olah akan dikerjakan empat perusahaan yang telah teridentifikasi.
 
Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Namun, PT Waskita Karya tetap melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut.
 
Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu mengembalikan uang tersebut kepada sejumlah pihak. Termasuk, Fathor Rachman dan Yuly Ariandi.
 
Akibat perkara ini keuangan negara disinyalir mengalami kerugian hingga Rp186 miliar. Perhitungan tersebut merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor pekerjaan fiktif tersebut.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif