NEWSTICKER
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Medcom.id/damar Iradat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Medcom.id/damar Iradat.

Khofifah Tepis Lobi Romahurmuziy untuk Angkat Pejabat Kemenag

Nasional OTT Romahurmuziy
Fachri Audhia Hafiez • 11 Desember 2019 17:00
Jakarta: Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa membantah merekomendasikan Haris Hasanuddin menduduki posisi kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur. Khofifah diduga menyampaikan rekomendasi itu saat berkomunikasi dengan Romahurmuziy alias Romi.
 
"Saya merasa tidak pernah yang mulia," kata Khofifah saat diperiksa sebagai saksi untuk Romi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Tapi, Khofifah mengaku pernah ditanya pengasuh Pesantren Amanatul Ummah Asep Saifuddin Chalim tekait seleksi jabatan Haris. Asep bertanya kenapa Haris tak kunjung dilantik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebetulan, saat itu Romi mengubungi Khofifah via aplikasi pesan instan WhatsApp. Romi meminta Khofifah menghadiri kampanye akbar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 10 April 2019. Saat itu, Khofifah menyampaikan pesan Asep kepada Romi.
 
"Nah, kemudian saya sampaikan pertanyaan Pak Asep itu, saya bilang kira-kira ada kalimat begini, 'jangan sampai keanginan', maksudnya jangan kelamaan," ujar Khofifah.
 
Pesan tersebut diduga karena Romi mengetahui pengangkatan jabatan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Menteri Agama saat itu Lukman Hakim Saifuddin yang juga politisi PPP sempat terlibat dalam proses rekomendasi Haris.
 
Khofifah juga pernah dihadirkan di persidangan dalam perkara yang sama pada 3 Juli 2019. Khofifah bersaksi untuk Haris Hasanuddin.
 
Dalam kasus ini, Romi didakwa menerima suap Rp325 juta dari eks Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, dan Muafaq Wirahadi, Rp91,4 juta. Perbuatan itu bertentangan dengan posisinya sebagai anggota DPR periode 2014-2019 atau selaku penyelenggara negara.
 
Suap diterima mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu secara bertahap dari Januari-Maret 2019. Perbuatan rasuah ini diduga dilakukan bersama-sama dengan Lukman Hakim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.
 
Romi didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif