Asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. ANT/Risky Andrianto
Asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. ANT/Risky Andrianto

Ulum Khilaf Menuding Eks Jampidsus dan Anggota BPK Terlibat Suap

Nasional Kasus Suap Imam Nahrawi
Fachri Audhia Hafiez • 10 Juni 2020 09:33
Jakarta: Miftahul Ulum meralat pernyataannya soal eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman dan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi menerima suap dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi itu mengaku khilaf sempat menuding Adi dan Achsanul.
 
"Saya sampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Bapak Adi Toegarisman dan Bapak Achsanul Qosasi dan semuanya pihak-pihak atas kekhilafan," ujar Ulum saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa malam, 9 Juni 2020.
 
Ulum mengaku tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Adi dan Achsanul. Dia juga tidak pernah bertemu dengan utusan Adi dan Achsanul, seperti yang disampaikan dalam persidangan beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya hanya mendengar cerita dari pertemuan yang sudah saya lakukan dengan Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan yang lainnya. Saya mohon maaf dan semoga sudi menerima permohonan maaf saya," ujar Ulum.
 
Ulum bersikeras tak bersalah atas kasus rasuah yang didakwakan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia berdalih hanya sebagai honorer dan sopir di Kemenpora.
 
Ulum meminta majelis hakim menjatuhkan putusan secara adil. Dia mengaku ikhlas menerima vonis yang akan dijatuhkan majelis hakim.
 
"Mohon sekiranya yang mulia memberikan keputusan vonis kepada saya, yang saya yakini adalah keputusan dari Tuhan kepada saya. Saya akan jalani dengan penuh ridanya," ujar Ulum.
 
Baca: Anggota BPK Achsanul Qosasi Bantah Terlibat Suap di Kemenpora
 
Sebelumnya, Ulum menyebut Adi dan Achsanul menerima uang dari Kemenpora. Pemberian fulus diduga agar Kejaksaan Agung dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menutup rapat persoalan keuangan yang membelit Kemenpora.
 
"BPK Rp3 miliar, Kejaksaan Agung Rp7 miliar yang mulia. Karena mereka bercerita permasalahan ini tidak ditanggapi, Sesmenpora kemudian meminta tolong untuk disampaikan ke Pak Menteri (Imam Nahrawi)," ujar Ulum saat bersaksi dalam persidangan, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Ulum dituntut sembilan tahun penjara serta pidana denda sejumlah Rp300 juta subsider enam bulan kurungan. Ulum dinilai terbukti menerima suap Rp11,5 miliar dan gratifikasi dari berbagai pihak senilai Rp8,648 miliar.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif