Pihak Swasta Diperiksa Suap Bupati Lampung Selatan

Juven Martua Sitompul 08 Oktober 2018 11:08 WIB
OTT Bupati Lampung Selatan
Pihak Swasta Diperiksa Suap Bupati Lampung Selatan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Dua pihak swasta yakni Hasan Lison dan Amdani Sanusi dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

"Keduanya akan diperiksa untuk tersangka ZH (Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018.

Belum dijelaskan detail kaitan keduanya dalam praktik rasuah di Pemkab Lampung Selatan tersebut. Yang jelas keduanya dipanggil karena diduga kuat mengetahui ihwal suap yang menjerat adik kandung Ketua MPR Zulkifli Hasan itu.



KPK sebelumnya menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan. Keempatnya yakni Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan,‎ Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lampung Selatan Anjar Asmara, anggota DPRD Provinsi LampungAgus Bhakti Nugroho, dan ‎pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan.

Zainudin, Agus, dan Anjar diduga sebagai penerima suap, sementara Gilang sebagai pemberi suap. Tim KPK turut mengamankan uang sejumlah Rp600 juta dengan rincian Rp200 juta dari tangan Agus yang diduga untuk Zainudin dan Rp400 juta dari rumah Anjar.

‎Atas perbuatannya, Zainudin, Anjar, dan Agus selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Gilang sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id