Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.

Predator Seks di Lumajang Segera Diadili

Nasional pelecehan seksual
14 Desember 2018 22:50
Lumajang: Polres Lumajang menyatakan berkas penyidikan kasus kekerasan dan pelecehan seksual bermodus jasa fotografi yang dilakukan oleh Mastenk, AN dan AR dinyatakan telah lengkap (P21).
 
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan kasus tersebut pun telah diserahkan pada pihak kejaksaan untuk diproses lebih lanjut di pengadilan. Dia bilang kasus ini cukup menggemparkan masyarakat di dunia maya.
 
Para korban terlebih dahulu ditawari untuk menjadi model foto. Namun lama kelamaan korban harus menguruti kemauan Mastenk untuk berfoto tanpa busana hingga berhubungan intim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arsal mengatakan para korban merupakan pelajar perempuan berusia 14-16 tahun yang berdomisili di Lumajang, Jember dan Malang. Dia bilang setidaknya ada 40 korban yang terperangkap dalam aksi yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir.
 
"Saya harap kejadian keju ini tidak terjadi kembali mengingat hanya manusia terkutuk yang melakukan hal sehina ini, sampai merendahkan derajat kaum hawa apalagi korban di bawah umur," kata Arsal di Polres Lumajang, Jawa Timur, Jumat, 14 Desember 2018.
 
Kasus ini terbongkar pada Sabtu, 18 Agustus lalu ketika salah satu model yang menjadi korban, MR (15) melaporkan para tersangka ke Polres Lumajang. MR mengaku kerap dipukuli oleh Mastenk dan kedua rekannya jika tidak menuruti kemauan mereka.
 
Bukan hanya MR, MI (16) juga mengaku apabila kemauan untuk foto telanjang tidak dituruti maka Mastenk dan kawan-kawannya akan melakukan hal kasar.
 
Aktivis Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengatakan usia remaja saat ini banyak menjadi sasaran kelompok predator lewat media sosial. Penggunaan teknologi informasi yang sulit dikendalikan berpotensi menjadikan anak-anak sebagai korban kejahatan seksual.
 
Oleh karenanya peran orang tua sangat dibutuhkan dalam pencegahan dan penanganan kasus pelecehan di dunia maya. Erlinda pun turut mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian dalam menangani kasus tersebut.
 
"Saya harap pelaku dihukum seberat-beratnya. Apalagi menyasar anak di bawah umur," jelas Erlinda.
 
Para pelaku akan dijerat tiga pasal berbeda di antaranya pertama pasal 37 jo pasal 11 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi karena melibatkan anak dalam kegiatan sebagai objek yang mengandung fotografi.
 
Kedua terkait pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ketiga menyetubuhi anak di bawah usia dengan pasal 81 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif