Pelanggar Lalu Lintas Tak Harus Sidang Tilang
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan pelanggar lalu lintas tak perlu mengikuti sidang tilang. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 12 Tahun 2016 yang menyatakan pelanggar tak perlu hadir di persidangan.

"Jadi, kalau pelanggar sudah bayar, boleh ikut sidang boleh tidak. Tidak harus ikut sidang," kata Yusuf di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 25 November 2018.

Meski demikian, peraturan sidang tilang masih ada. Polda Metro Jaya saat ini menunggu Korlantas Polri untuk mengajukan penghapusan sidang tilang di Mahkamah Agung (MA).


"(Penghapusan sidang tilang) masih dalam proses di Korlantas. Regulasi itu masih dalam proses, nanti Korlantas yang akan mengajukan ke sana (MA)," jelas Yusuf.

Yusuf melanjutkan dalam penerapan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (e-TLE), kendaraan yang terekam kamera akan diklarifikasi oleh pihak Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya. Pelanggar diberi waktu selama tujuh hari untuk konfirmasi kendaraan yang kena tilang tersebut. 

"Pelanggar dapat langsung membayar melalui Bank BRI. Jika selama tujuh hari pelanggar tidak merespon STNK akan diblokir oleh petugas," pungkas Yusuf.

Pemblokiran Surat Tanda Kendaraan Motor (STNK) itu dilakukan atas permintaan penyidik. Pemblokiran dilakukan buat mereka yang belum membayar denda tilang.

"Buka blokir bila sudah melakukan pembayaran denda tilang," pungkas Yusuf. 



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id