Otto Cornelis Kaligis keluar dari gedung KPK.. Foto: MI/Ramdani
Otto Cornelis Kaligis keluar dari gedung KPK.. Foto: MI/Ramdani

KPK Sebut Hukuman Buat Kaligis Tak Adil

Nasional oc kaligis
Yogi Bayu Aji • 03 Juni 2016 20:08
medcom.id, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai hukuman 7 tahun penjara yang dijatuhkan pengadilan kepada Otto Cornelis Kaligis tidak adil. Hukuman itu jauh dari harapan KPK yang menuntut Kaligis 10 tahun penjara.
 
Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan, pihaknya bakal mengajukan kasasi terhadap hukuman yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terhadap Kaligis. "Kami kasasi. Menurut kami belum memenuhi rasa keadilan," kata Yuyuk kepada Metrotvnews.com, Jumat (3/6/2016).
 
Yuyuk belum tahu kapan kasasi akan diajukan ke pengadilan. "Kami sedang susun kontra memori kasasi saat ini," ujar Yuyuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta menghukum Kaligis penjara 5 tahun 6 bulan dan denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan. Kaligis banding. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menambah hukuman Kaligis menjadi 7 tahun penjara. Putusan itu masih jauh tuntutan jaksa penuntut umum KPK, yakni 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan.
 
Humphrey Djemat, pengacara Kaligis, menjelaskan, kliennya tak menerima putusan itu. Kaligis akan mengajukan kasasi.
 
"Lima setengah tahun aja dia enggak mau terima. Putusan PT itu kita anggap tidak benar," kata Humphrey.
 
Kaligis diketahui terlibat dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. "Kita menyatakan pak OC bukan OTT (operasi tangkap tangan). Bukan dia yang di-OTT, tapi pihak lain. Terus terang saja hukumannya yang lain lebih rendah dari pak OC," kata Humphrey.
 
Humphrey berharap, hakim di tingkat kasasi bisa memberikan hukuman seringan-ringannya kepada Kaligis. Pasalnya, kata dia, kliennya sudah berumur 77 tahun. "Keluarga mereka juga sedih. Mereka berharap kasasinya bisa meringankan," ujar Humphrey.
 
Pada 17 Desember 2015, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta menghukum Kaligis penjara 5 tahun 6 bulan dan denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum di KPK, yakni 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan.
 
Kaligis dianggap bersalah memberikan duit sejumlah SGD5 ribu dan USD15 ribu pada Hakim Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto, dan masing-masing USD5 ribu pada hakim anggota PTUN Dermawan Ginting dan Amir Fauzi. Sementara, Panitera PTUN Syamsir Yusfan mendapat USD2 ribu.
 
Suap itu untuk memengaruhi putusan perkara pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH), dan penyertaan modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumut. Seluruh perkara itu ditangani Hakim Tripeni Cs.
 
Dalam menyuap tiga hakim dan seorang panitera itu, Kaligis didakwa bersama-sama dengan beberapa pihak lain. Mereka adalah anak buah Kaligis, M. Yagari Bhastara alias Gary, Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti.
 
Gatot dan Evy dihukum 3 tahun penjara. Gary dihukum 2 tahun penjara. Syamsir Yusfan dihukum 3 tahun penjara. Sementara Tripeni, Amir, dan Dermawan dihukum 2 tahun penjara.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif