Aset Novanto Terancam Disita KPK
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menyita aset-aset mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Penyitaan dilakukan untuk membayar sisa uang pengganti kerugian negara atas korupsi KTP-el, yang belum bisa dilunasi Novanto.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut penyitaan aset-aset milik seorang terpidana jelas diatur dalam Pasal 18 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Di mana Lembaga Antikorupsi berwenang menyita aset terpidana untuk membayar uang pengganti setelah satu bulan inkrah.

"Jadi tentu saja itu yang menjadi pedoman kami ketika memang nanti sudah tidak ada itikad baik, msalnya untuk menggunakan si uang pengganti tentu saja kami akan melakukan penyitaan aset-aset tersebut," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 18 September 2018.


Menurut Febri, pihaknya bakal memaksimalkan pengembalian uang pengganti Novanto. KPK meminta mantan ketua umum partai Golkar itu bersikap kooperatif dan sesegera mungkin melunasi uang pengganti.

"Jika tidak tentu saja aset-aset yang sudah dipetakan itu akan diproses lebih lanjut," ujarnya.

Febri berharap pengembalian uang pengganti Novanto menjadi pembelajaran bagi pihak lain khususnya, terpidana korupsi agar mematuhi putusan pengadilan terkait uang pengganti tersebut.

Baca: Novanto Serahkan Dua Bidang Tanah Seharga Rp13 Miliar

"Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi pihak lain bahwa keputusan pengadilan termasuk untuk uang pengganti itu menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh terpidana kasus korupsi," pungkasnya.

Hingga kini, terpidana korupsi KTP-el itu tercatat sudah tiga kali membayar uang pengganti dengan cara dicicil. Pertama, Novanto mengembalikan uang sebanyak Rp5 miliar.

Kedua, pada Mei 2018 lalu Novanto kembali mencicil uang pengganti sebesar USD100.000. Terakhir, Labuksi KPK mengeksekusi uang yang ada di dalam rekening Novanto sebesar Rp1.116.624.197.

Baca: Novanto Kesulitan Kembalikan Kerugian Negara

Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Setya Novanto. Selain hukuman pidana penjara, Novanto juga didenda sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Novanto juga dituntut majelis hakim untuk membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta dikurangi uangyang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider 2 tahun kurungan. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama 5 tahun.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id