Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.

KPK Bidik Perusahaan Milik Samin Tan

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Juven Martua Sitompul • 09 Maret 2019 08:16
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang menetapkan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BORN) Tbk, milik Samin Tan sebagai tersangka korporasi. Apalagi, suap yang diberikan Samin Tan untuk kepentingan terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT), anak usaha BORN.
 
"Ada atau tidak keuntungan bagi korporasi, itu pasti jadi perhatian KPK," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.
 
Febri mengakui hingga saat ini penyidik masih menilik lebih detail peran Samin Tan, termasuk korporasi dalam penyuapan tersebut. Terpenting, menelusuri peran Samin Tan mewakili korporasi atau tidak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada atau tidak ada kepentingan korporasi, perbuatan tersangka apakah mewakili korporasi atau tidak," ujarnya.
 
Febri masih menolak menjelaskan lebih jauh soal bukti-bukti awal keterlibatan BORN dalam kasus suap terminasi PT AKT tersebut. "Kalaupun ada tentu itu belum dapat disampaikan," pungkasnya.
 
KPK menetapkan pemilik PT BORN, Samin Tan sebagai tersangka baru kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Samin Tan diduga telah menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.
 
Suap diberikan agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya usaha pertambangan batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian ESDM. Diduga, PT BLEM milik Samin Tan telah mengakuisisi PT ATK.
 
Eni Maulani Saragih pun akhirnya menyanggupi permintaan itu dan memengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian ESDM. Posisi Eni Maulani Saragih sebagai anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR RI.
 
Dalam proses penyelesaian itu, Eni Maulani Saragih diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan Pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tanaga ahli Eni Maulani Saragih.
 
Pertama, pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp4 miliar dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni Maulani Saragih dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif