Ratna Sarumpaet kanan pembaca/Medcom.id/Ilham Pratama
Ratna Sarumpaet kanan pembaca/Medcom.id/Ilham Pratama

JPU Tolak Eksepsi Ratna Sarumpaet

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Ilham Pratama Putra • 12 Maret 2019 11:46
Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) meminta majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan Ratna Sarumpaet atas kasus dugaan berita bohong. Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi, dinilai tak cermat, bahkan tak memahami dakwaan JPU.
 
JPU telah melengkapi materi pokok perkara yang berisi data ataupun berkas dakwaan terhadap Ratna. Dakwaan yang diajukan JPU sesuai Pasal 156 juncto Pasal 123 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
 
"Makanya kami menolak eksepsi. Kami tidak menanggapi lebih jauh hal itu, karena justru itulah yang akan kita buktikan di persidangan berikutnya," kata Daru di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 12 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Ratna Sarumpaet Ingin Perkaranya Dihentikan
 
Ratna mengajukan eksepsi atas dasar keberatan dengan dakwaan yang diterimanya. Ia tak terima disebut menyebarkan berita bohong untuk membuat keonaran dan menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atas dasar suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
 
Majelis hakim akan mempertimbangkan nota keberatan atau eksepsi yang diajukan kuasa hukum Ratna. Keputusan itu akan dibacakan, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Ratna menjalani sidang ketiga hari ini. Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) berlangsung 28 Februari 2019. Sidang kedua merupakan pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari terdakwa berlangsung 6 Maret 2019.
 
Baca: Ratna Jadikan Fahri Hamzah sebagai Jaminan Tahanan Kota
 
Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat.
 
Ratna kemudian mengakui kabar itu tak benar. Mukanya lebam karena menjalani operasi plastik.
 
Ratna ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.
 
Ratna ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif