Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin. Foto: MI/Susanto
Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin. Foto: MI/Susanto

Bupati Neneng Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Nasional meikarta OTT Pejabat Bekasi
Aditya Prakasa • 08 Mei 2019 13:25
Bandung: Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dituntut hukuman penjara selama 7 tahun 6 bulan dan denda Rp250 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai terdakwa telah terbukti dan bersalah karena menerima suap terkait perizinan proyek Meikarta.
 
Neneng dianggap terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi berupa menerima suap terkait pengurusan izin proyek Meikarta sebesar Rp10.830.000.000 dan SGD90 ribu.
 
Akibatnya, Neneng dinilai melanggar pasal 12 hurup b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menuntut agar majelis hakim memutuskan Neneng Hasanah Yasin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata JPU Yadyn di Pengadilan Tpikor Bandung, 8 Mei 2019.
 
Jaksa juga menuntut hukuman tambahan berupa uang pengganti Rp318 juta, yang jika tidak dibayar dalama waktu 1 bulan maka diganti pidana penjara 1 tahun. Serta JPU menuntut agar hak politik Neneng dicabut selama 5 tahun.
 
Baca:Neneng Hasanah Kapok Jadi Kepala Daerah Koruptor
 
Selain itu, JPU juga menuntut Jamaludin mantan Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi dan Neneng Rahmi Nurlaili mantan Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR selama 6 tahun penjara, denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.
 
Jaksa juga menuntut hukuman yang sama terhadap terdakwa Dewi Tisnawati mantan Kepala Dibas PMPTSP Pemkab Bekasi dan Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi, yaitu 6 tahun penjara, denda Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan. Kedua terdakwa juga dituntut hukuman tambahan berupa uang pengganti Rp80 juta subsider 7 bulan, dan Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan.
 
Para terdakwa dianggap terbukti menerima suap untuk perizinan Meikarta dengan total suap Rp16.182.020.000 dan SGD 270 ribu atau sekitar Rp2,7 miliar dengan jumlah keseluruhan Rp18 miliar lebih.
 
Atas tuntutan tersebut, para terdakwa akan menyampaikan pledoi atau nota pembelaan pada persidangan selanjutnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif