Suap DAK Kebumen Sasar Anggota DPR
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengembangkan kasus dugaan suap pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBNP 2016. Salah satu yang dibidik ialah anggota DPR lain yang diduga ikut meloloskan DAK tersebut.

"Iya, semua proses penyidikan sedang berlangsung," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 5 November 2018.

Laode mengatakan KPK tak akan segan menjerat para legislator terlibat dalam kasus suap tersebut. Teranyar, Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menjadi tersangka dalam kasus ini.


"Tentunya kalau mencukupi semua alat bukti ya kita akan lanjut ke sana," ujarnya.

Kendati begitu, Laode menyatakan saat ini pihaknya tengah fokus menuntaskan perkara yang sudah lebih dulu menjerat Taufik. "Untuk sementara yang Kebumen itu sampai dengan yang terjaring sekarang saja," pungkas dia. 

(Baca juga: Taufik Kurniawan akan 'Bernyanyi' di Persidangan)

KPK menetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBNP 2016. Taufik diduga menerima duit dari eks Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad.

Uang diserahkan karena Taufik membantu menambah DAK Kabupaten Kebumen untuk fisik Rp100 miliar di APBNP 2016. Penetapan tersangka pada Taufik merupakan pengembangan perkara dari kasus Yahya Fuad.

Atas perbuatannya, Taufik dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id