NEWSTICKER
Direktur Utama PT Fajar Mulia Gemini Mulia Pieko Nyotosetiadi saat pembacaan pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Direktur Utama PT Fajar Mulia Gemini Mulia Pieko Nyotosetiadi saat pembacaan pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Penyuap Eks Dirut PTPN III Dihukum 16 Bulan Bui

Nasional Korupsi di PTPN III
Fachri Audhia Hafiez • 03 Februari 2020 18:50
Jakarta: Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo sekaligus penasihat PT Citra Gemini Mulia, Pieko Nyotosetiadi, divonis satu tahun empat bulan penjara, serta denda Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan. Pieko terbukti terbukti menyuap Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Dolly Pulungan.
 
"Menyatakan terdakwa Pieko Nyotosetiadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Iim Nurohim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 3 Februari 2020.
 
Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta Pieko dihukum dua tahun penjara. Ia juga dituntut denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pieko terbukti menyuap Dolly sebesar SGD345 ribu atau setara Rp3,55 miliar. Pemberian rasuah itu dilakukan bersama-sama Direktur Pemasaran PT PTPN III, I Kadek Kertha Laksana.
 
Suap itu dilakukan agar Dolly dan Kadek Kertha memberikan long term contract (LTC), atau kontrak jangka panjang kepada Pieko untuk menggarap proyek distribusi gula kristal putih.
 
LTC merupakan kontrak jangka panjang yang mewajibkan pembeli gula membeli dengan ikatan perjanjian dengan PTPN III. Harganya ditentukan setiap bulan. Hal ini guna mencegah permainan dari pembeli yang hanya membeli gula saat harga murah.
 
Gula kristal putih itu diproduksi petani gula dan PTPN seluruh Indonesia. Distribusi gula tersebut sejatinya dikoordinasikan melalui PTPN III holding perkebunan.
 
Mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf disebut turut menerima fulus dalam perkara ini. Syarkawi diyakini menerima SGD190.300 atau setara Rp1,9 miliar dalam dua tahap.
 
Pieko memberikan uang tersebut untuk menghindari kesan adanya praktik monopoli perdagangan melalui LTC oleh perusahaannya. Dua perusahaan tersebut ialah PT Fajar Mulia Transindo, dan PT Citra Gemini Mulia.
 
Pieko terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif