Pelaku pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, ditangkap polisi, Kamis, 30 Juli 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Pelaku pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, ditangkap polisi, Kamis, 30 Juli 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok Tidak Ditahan

Nasional pencemaran nama baik
Siti Yona Hukmana • 30 Juli 2020 19:38
Jakarta: Dua tersangka pencemaran nama baik terhadap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, KS, 67, dan EJ, 47, tidak ditahan. Keduanya terancam hukuman di bawah lima tahun penjara.
 
"Tapi, kita kenakan wajib lapor sambil menunggu pemberkasan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Yusri mengatakan penyidik Subdit Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus ini. Diduga pelaku lebih dari dua orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah kemungkinan ada tersangka lain ini didalami oleh penyidik," ujar Yusri.
 
Baca: Kronologi Pencemaran Nama Baik Ahok
 
Kedua pelaku melakukan dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial Instagram. KS yang merupakan warga Bali mengunggah foto istri Ahok, Puput Nastiti Devi dan anaknya dengan menyandingkan foto binatang dalam akun bernama @ito.kurnia.
 
Sementara itu, EJ yang merupakan warga Medan mengunggah foto Ahok beserta anak dan istrinya dengan menyertakan cacian serta makian. Kedua konten itu dipastikan mengandung unsur pidana.
 
Kedua pelaku penggemar mantan istri Ahok, Veronica Tan. Mereka memiliki komunitas bernama Veronica Lover dan memiliki grup di WhatsApp dan Telegram.
 
"Hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka KS ini, motifnya bahwa mereka semua penggemar dari Veronica dan merasa punya kesamaan history dengan Veronica, maka timbul kebencian untuk melakukan hal-hal yang tanpa disadari pelanggaran hukum," ungkap Yusri.
 
KS ditangkap di Bali pada Rabu, 29 Juli 2020. Saat ini KS masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. EJ baru saja ditangkap di Medan, Sumatra Utara. EJ tengah dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.
 
Kedua tersangka dijerat Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Keduanya terancam hukuman empat tahun penjara.
 

(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif