Pelaku pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, ditangkap polisi, Kamis, 30 Juli 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Pelaku pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, ditangkap polisi, Kamis, 30 Juli 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Kronologi Pencemaran Nama Baik Ahok

Nasional ahok pencemaran nama baik
Siti Yona Hukmana • 30 Juli 2020 18:50
Jakarta: Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menjadi korban pencemaran nama baik melalui media sosial Instagram. Aksi itu dilancarkan dari penggemar mantan istrinya, Veronica Tan.
 
Kasus berawal dari adanya dua akun Instagram @ito.kurnia dan @an7a_s679 yang mengunggah foto yang bernada pencemaran nama baik sejak akhir 2019. Akun @ito.kurnia menyandingkan foto istri Ahok serta anaknya dengan binatang yang menyertakan kalimat-kalimat tidak pantas.
 
"Itu masuk unsur-unsur pencemaran nama baik menurut ahli," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2020..

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akun @an7a_s679 juga memajang foto Ahok dan anak istrinya. Dalam foto itu, pelaku menyertakan cacian dan makian.
 
"Pada 17 Mei 2020 akun ini dilaporkan oleh Pak BTP yang dikuasakan ke Ahmad Ramzy ke Polda Metro Jaya tentang pencemaran nama baik," ucap Yusri.
 
Kemudian, laporan itu diselidiki Subdirektorat Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Penyidik memeriksa empat saksi, yakni Ahok, tiga saksi, dan saksi ahli pada Kamis, 16 Juli 2020.
 
"Jumat, 17 Juli 2020 naik sidik berdasarkan hasil gelar perkara, kemudian hasilnya memenuhi unsur pidana," ungkap Yusri.
 
Lalu, penyidik memeriksa kembali sejumlah saksi ahli pada Senin, 20 Juli 2020. Mereka yakni ahli bahasa dan ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE) untuk melengkapi berkas perkara.
 
Setelah itu, penyidik menelusuri akun @ito.kurnia dan @an7a_s679. Pemilik akun @ito.kurnia diketahui berdomisili di Bali.
 
Penyidik langsung berangkat ke Bali dan menangkap pelaku berinisial KS, Rabu, 29 Juli 2020. Dia Pelaku seorang perempuan berusia 67 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta.
 
Sementara itu, pemilik akun @an7a_s679 diketahui berada di Medan, Sumatra Utara. Pelaku ini berinisial EJ, 47. Dia baru saja ditangkap dan tengah dalam perjalanan menuju Jakarta.
 
"Barang bukti yang sudah kita dapat adalah handphone, akun e-mail EJ dengan @ito.kurnia karena ini suatu komunitas ternyata," ungkap Yusri.
 
Yusri mengatakan EJ menjadi ketua dari komunitas tersebut. Mereka membuat grup di WhatsApp dan Telegram dengan nama Veronica Lovers.
 
"EJ ini admin grupnya," ucap Yusri.
 
Polisi telah memeriksa KS. Dia mengaku mencemarkan nama baik Ahok karena merasa senasib dengan Veronica.
 
Baca: Ahok Laporkan Pencemaran Nama Baik ke Polisi
 
"Motifnya, mereka semua penggemar dari Veronica dan merasa punya kesamaan histori, maka timbul kebencian untuk melakukan hal-hal yang tanpa disadari pelanggaran hukum," tutur Yusri.
 
Kedua tersangka dijerat Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Keduanya terancam hukuman empat tahun penjara.
 

(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif