PKB Juang 2020 di Graha Widya Dirgantara, Sesko AU, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 28 Juli 2020. Foto: Sesko AU
PKB Juang 2020 di Graha Widya Dirgantara, Sesko AU, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 28 Juli 2020. Foto: Sesko AU

Pengamat Tawarkan 3 Langkah Mempererat Hubungan TNI-Polri

Nasional tni-polri
Antara • 29 Juli 2020 00:54
Jakarta: Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati menawarkan tiga langkah untuk mempererat hubungan antara TNI dan Polri. Sinergisitas TNI dan Polri, menurutnya, penting untuk menjaga stabilitas keamanan nasional.
 
"Langkah pertama ada di tataran strategis, yakni perundang-undangan," kata Susaningtyas saat memberikan pembekalan kepada perwira siswa (pasis) angkatan ke-57 Sekolah Staf dan Komando (Sesko) AU dalam Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) 2020 di Graha Widya Dirgantara, Sesko AU, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 28 Juli 2020.
 
Menurutnya, turunan produk perundang-undangan pertahanan militer dan nirmiliter diperlukan untuk memberikan maupun melengkapi peraturan perundang-undangan yang sudah ada. Baik itu beleid yang ada di ranah TNI, Polri, maupun komponen bangsa lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah kedua yakni di tingkat organisasi. Di tataran ini harus ada pengembangan koordinasi, kerja sama, serta komunikasi di antara kedua institusi tersebut.
 
Masing-masing institusi harus meningkatkan lagi pemahaman akan jiwa korsa dan pengaplikasiannya. Sehingga, solidaritas yang bersifat fanatisme yang kebablasan dapat ditinggalkan.
 
"Kedua instansi ini harus meningkatkan dan memperbaiki koordinasi intra- dan antarinstitusi. Bisa dilakukan dengan memperbanyak latihan bersama dalam operasi gabungan. Seperti, latihan menghadapi bencana alam atau yang sedang kita hadapi sekarang, yakni covid-19," kata Susaningtyas.
 
Pada level ini, kata dia, pelibatan Badan Intelijen Negara (BIN) sangat penting. Menurutnya, BIN merupakan representasi organisasi sipil dan koordinator sektor intelijen yang merupakan first line of defense dalam keberlangsungan suatu negara.
 
"Penguatan koordinasi antara intelijen TNI (BAIS), intelijen Polri (BIK), serta penyelenggara intelijen lainnya seperti kejaksaan, imigrasi, dan bea cukai sangat diperlukan untuk mencegah tumbuhnya paham radikalisme," katanya.
 
Langkah ketiga ada di tataran program. Meliputi, peningkatan kompetensi, kesejahteraan, dan pendidikan di entitas masing-masing.
 
"Dengan semakin baiknya ketiga hal itu, maka akan terwujud kemantapan dalam koordinasi dan kerja sama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional," kata dia.
 
Berbeda dari tahun sebelumnya, penyelenggaraan PKB Juang 2020 diikuti secara daring oleh 1.543 orang. Ini dikarenakan tengah mewabahnya covid-19. Mereka terdiri atas 267 pejabat lembaga pendidikan TNI dan Kepolisian Indonesia, serta 1.276 pasis.
 
Baca:TNI-Polri Dinilai Kompak Selama Menangani Pandemi Covid-19
 
PKB Juang merupakan salah satu program kurikulum pendidikan di bawah Departemen Kejuangan. Adapun pemateri yang diundang antara lain Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Idham Azis, hingga Rektor Universitas Padjajaran Rina Indiastuti.
 
Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AU yang sekaligus ketua pelaksana PKB Juang, Marsekal Muda TNI Samsul Rizal, mengatakan pembangunan SDM unggul merupakan tugas bersama.
 
"Di sinilah peran pasis Sesko TNI/Polri dan Sesko Angkatan meningkatkan sinergisitas TNI-Polri beserta komponen bangsa. Agar bisa mengantisipasi dan menangani berbagai ancaman serta membangun inisiatif kerja sama yang erat," katanya.

 

(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif