Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana. Dok. Puspenkum
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana. Dok. Puspenkum

Eks Plt Dirut Krakatau Engineering Diperiksa Soal Korupsi Pabrik Blast Furnace

Nasional kasus korupsi krakatau steel Kejaksaan Agung Penegakan Hukum
Tri Subarkah • 11 Mei 2022 16:14
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Direktur Bisnis dan Operasi I pada PT Krakatau Engineering berinisial FP sebagai saksi. Pemeriksaan itu terkait kasus dugaan korupsi proyek pabrik peleburan baja tanur tinggi atau blast furnace yang dibangun PT Krakatau Steel pada 2011.
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana menjelaskan FP sempat menjabat sebagai Direktur Teknik dan Pengembangan merangkap pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT Krakatau Engineering dalam kurun waktu 2 Oktober 2017 sampai 29 Desember 2017. Saat itu, FP melakukan negosiasi kontrak dengan beberapa subkontraktor dengan nilai antara Rp500 juta sampai Rp2 miliar.
 
"Serta melakukan perikatan kontrak bridging loan (pinjaman lunak) untuk pembangunan BFC Project dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel periode Oktober 2017," jelas Ketut melalui keterangan tertulis, Rabu, 11 Mei 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Krakatau Engineering menjadi salah satu pemenang lelang pembangunan pabrik selain Konsorsium MCC CERI dari Tiongkok. Menurut Ketut, pemeriksaan yang dilakukan penyidik kepada FP dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasaan dalam perkara dugaan korupsi tersebut.
 
Baca: Korupsi Krakatau Steel, Kejagung Periksa 3 Saksi Baru
 
Dugaan rasuah di Krakatau Steel terendus setelah ditemukan adanya biaya operasi produksi yang lebih tinggi dari harga baja di pasaran saat uji coba. Sampai Desember 2019, pabrik bernilai kontrak Rp6,921 itu belum 100 persen dibangun.
 
Terpisah, Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Supardi mengungkap pihaknya segera menetapkan tersangka dalam perkara korupsi pembangunan pabrik blast furnace oleh Krakatau Steel. Penyidik akan melakukan gelar perkara dengan ahli..
 
"(Penetapan tersangka) enggak akan lama lagi segera kita ekspose," ujar dia.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif