Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Kapolri: Polarisasi pada Pemilu 2024 Tak Boleh Terjadi

Siti Yona Hukmana • 05 Juli 2022 12:02
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjaga-jaga adanya potensi polarisasi saat pemilihan umum (Pemilu) 2024. Polarisasi yang memecah belah bangsa pada Pemilu 2019 dinilai masih terasa hingga sekarang.
 
"Tentunya hal ini sangat berbahaya bagi keberagaman dan kemajuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu polarisasi ini tidak boleh lagi terjadi pada pemilu, pilpres, pileg, pilkada serentak 2024," kata Listyo dalam sambutannya di apel Hari Bhayangkara ke-76 di Semarang, Selasa, 5 Juli 2022.
 
Listyo mengatakan tahapan Pemilu 2024 telah dimulai sejak 14 Juni 2022. Pencegahan polarisasi, kata dia, juga harus dimulai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena konflik sosial dan perpecahan tentunya akan menjadi kemunduran bagi bangsa Indonesia," ujar jenderal bintang empat itu.
 

Baca: Parpol Diminta Ajukan Kader Terbaik untuk Jaga Kualitas Demokrasi


Listyo mengatakan untuk mengantisipasi potensi polarisasi itu, Polri mengusung tema Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76 'Persatuan dan Kesatuan serta Menjaga dan mengawal Keberagaman'. Tema tersebut diyakini sebagai potensi untuk membangkitkan perekonomian masyarakat dan mengembangkan potensi pemuda dan pemudi Indonesia.
 
"Yang akan memimpin Indonesia di masa depan," ungkap mantan Kabareskrim Polri itu.
 
Sebelumnya, Kapolri melakukan pertemuan dengan Dewan Pers membahas Pemilu 2024. Pertemuan itu untuk menyamakan persepsi menjaga kesatuan di tengah penyelenggaraan Pemilu tersebut.
 
"(Agar) republik Indonesia ini jangan dipecah belah oleh politik berita, jangan terpecah belah oleh polarisasi tertentu dan sebagainya, ini sama-sama kita jaga. Termasuk peran yang sangat besar bagi teman-teman media untuk selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat menjaga dan merawat bingkai kesatuan negara republik Indonesia," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Juni 2022.
 
Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan, Jadwal, dan Program Pemilu 2024, tahapan pemilu dimulai pada 14 Juni 2022. Tahapan diawali dengan perencanaan program dan anggaran serta penyusunan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan pemilu.

Tahapan Pemilu 2024

  1. Pendaftaran dan verifikasi calon peserta Pemilu pada 29 Juli hingga 13 Desember 2022.
  2. Penetapan peserta Pemilu pada 14 Desember 2022.
  3. Pencalonan anggota DPD pada 6 Desember 2022 hingga 25 November 2023.
  4. Pencalonan anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota pada 24 April 2023-25 November 2023.
  5. Pencalonan presiden dan wakil presiden pada 19 Oktober 2023 hingga 25 November 2023.
  6. Kampanye selama 75 hari mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.
  7. Pemungutan suara pada 14 Februari 2024.

 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif