Ilustrasi. medcom.id
Ilustrasi. medcom.id

Simak, Tata Cara Tes Kesehatan Perpanjang SIM Online

Adri Prima • 15 April 2021 16:35
Jakarta: Korlantas Polri meluncurkan aplikasi untuk pengurusan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diberi nama SIM Presisi Nasional (Sinar) pada Selasa 13 April 2021. 
 
Aplikasi tersebut bisa diunduh di App Store atau Play Store, sehingga proses perpanjangan SIM tidak lagi merepotkan karena pemohon tidak perlu lagi datang ke Satpas SIM. 
 
“Aplikasi ini baru, yang berisi layanan perpanjangan SIM A dan C secara online tanpa kehadiran pemohon, layanan uji teori sim secara online, lalu layanan pemeriksaan psikologi melalui aplikasi E-PPsi dan layanan pemeriksaan kesehatan melalui aplikasi E-Rikkes,” ucap Kepala Sub Direktorat SIM Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Dit Regident) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Komisaris Besar Jati, dikutip dari situs Korlantas Polri. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk registrasi pemeriksaan kesehatan secara online, pemohon cukup memilih link E-Rikkes pada layanan SIM Nasional Presisi, pilih menu registrasi dengan memasukan NIK dan foto selfie. 
 
Selanjutnya, pilih dokter dan jadwal pemeriksaan. Pemohon akan mendapatkan kode booking yang kemudian ditunjukan saat kunjungan ke dokter polisi atau dokter umum yang sudah diberikan rekomendasi dari Pusdokkes Polri secara langsung. 
 
Dokter akan melakukan update hasil pemeriksaan pada aplikasi e-rikkes. Apabila pemohon memenuhi syarat, maka hasil tes akan terkirim otomatis. Kalau tidak memenuhi syarat, perpanjangan SIM gagal. 
 
Jika pemohon memenuhi syarat, pada aplikasi pemohon nantinya akan tampil gambar SIM yang telah dilakukan pencetakan. Saat SIM diterima oleh pemohon, maka secara otomatis SIM tersebut akan terdigitalisasi pada aplikasi SINAR.
 
“Yang perlu kami garis bawahi bahwa digitalisasi SIM tidak serta merta mengubah fungsi dari fisik SIM. Namun, digitalisasi SIM membuktikan bahwa data pemilik SIM telah dilakukan perekaman data pada pusat data Korlantas dan menjadi data forensik kepolisian yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk kepentingan Polri,” ungkap Kombes Jati.
 
(ACF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif