Bareskrim Cokok Sindikat Pemalsuan Uang
Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya--Antara/RENO ESNIR
‎Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mencokok lima anggota jaringan pemalsuan uang dengan emisi 2016. Kelimanya adalah AY, AS, T, B, dan CM.

"Ini merupakan operasi maraton Polda Metro dan Polda Jawa Barat," kata Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Gedung Bareskrim, KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 7 Desember 2017. 

Agung memastikan, uang palsu yang disita belum pernah diedarkan. Lima orang yang ditangkap berperan sebagai pembuat, pengedar, dan pemodal.


"AY dan AS pengedar, mereka mencari orang-orang yang bisa diajak berbisnis uang palsu," bebernya. 

Baca: 4 Pengedar Uang Palsu di Karawang Ditangkap

T dan B bertugas membuat uang palsu emisi 2017. Produksinya di Tambun, Bekasi. "CM adalah pemodal, menyediakan modal dan peralatan," ungkapnya. 

AS, T, dan B adalah pemain lama dalam kasus ini. Tak hanya uang, mereka pun acap memalsukan dokumen, seperti STNK, Paspor, buku nikah, dan BPKB.

Bersama kelima pelaku ikut disita pula tiga mobil, uang palsu siap edar, dan uang palsu yang belum dipotong. Uang palsu bernilai Rp270 juta, dengan rincian sebanyak 100 lembar uang Rp100 ribu sebanyak 27 bundel.

Para pelaku terancam Pasal 36 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3, Pasal 37 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. "Cita-cita Indonesia terbebas dari uang palsu," tandas dia. 




(YDH)