Irjen Ferdy Sambo di rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Irjen Ferdy Sambo di rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Hasil Pemeriksaan Ferdy Sambo Pakai Pendeteksi Kebohongan di Sentul Tak Dibuka

Siti Yona Hukmana • 09 September 2022 10:58
Jakarta: Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan menggunakan alat lie detector atau pendeteksi kebohongan di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 8 September 2022. Pemeriksaan cukup alot.
 
"Informasi dari labfor pemeriksaan sampai jam 19.00 WIB," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada Medcom.id, Jumat, 9 September 2022.
 
Dedi tak membeberkan hasil pemeriksaan tersangka Ferdy Sambo tersebut. Alasannya masuk materi penyidikan yang akan memperkuat bukti di persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hasil uji lie detector atau poligraph pro justitia untuk penyidik. Hasilnya apakah sudah selesai itu domainnya labfor dan penyidik," kata Dedi.
 
Pemeriksaan dengan lie detector ini juga dilakukan terhadap empat tersangka lainnya. Termasuk, saksi Susi yang merupakan asisten rumah tangga Putri Candrawathi.
 
Keempat tersangka ialah istri Sambo, Putri Candrawathi; Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu; Bripka Ricky Rizal; dan Kuat Ma'ruf. Keterangan yang disampaikan Bharada Richard, Bripka Ricky, dan Kuat saat pemeriksaan pakai lie detector disebut jujur atau no deception indicated.
 

Baca: Polri: Eks Wadirreskrimum Polda Metro Melakukan Pelanggaran Berat


Namun, keterangan yang disampaikan Putri, Susi, dan Sambo tidak diberitahu. Apakah jujur, bohong (decepticon indicated), atau tidak meyakinkan (inconclusive).
 
Pemeriksaan ini dalam rangka memperkuat bukti dalam kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif