Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi. (Istimewa)
Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi. (Istimewa)

Kakorlantas Harap Operasi Zebra Meningkatkan Disiplin Pengendara

Lukman Diah Sari • 04 Oktober 2022 03:11
Jakarta: Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra Jaya 2022 Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 3 Oktober 2022. Kakorlantas menjelaskan tujuan operasi zebra ialah untuk menurunkan jumlah pelanggaran lalu lintas dan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan disiplin pengguna jalan. 
 
“Jadi dengan tujuan ini kami berharap bahwa bukan berapa banyak Polri mampu memberikan hukuman  tanda kutip menilang para pelanggar, tapi seberapa tinggi kesadaran masyarakat selama operasi ini bisa kita capai," ujar Firman di Jakarta, Senin, 3 Oktober 2022.
 
Operasi Zebra 2022 digelar serentak dengan melibatkan sekira 23.600 personel di 33 provinsi mulai 3 Oktober hingga 16 Oktober 2022. Operasi zebra tahun ini mengusung tema "Tertib Berlalu Lintas Guna Mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang Presisi".

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pelibatan seluruh polda yang tercatat minus Polda Bali, jadi hanya 33 polda yang melaksanakan operasi zebra karena Polda Bali sampai saat ini masih melaksanakan kegiatan pengamanan rangkaian G-20 yang puncaknya nanti akan terlaksana pada tanggal bulan November," jelas dia.
 
Jenderal bintang dua itu menerangkan beberapa potensi pelanggaran para pengendara lalu lintas. Antara lain penggunaan kendaraan oleh anak di bawah umur, penggunaan gadget saat berkendara, dan lainnya.
 
"Beberapa masyarakat yang cenderung melalaikan penggunaan seat belt, padahal alat tersebut didesain untuk membantu mengurangi fatalitas, apabila terjadi kecelakaan ini jenis-jenis pelanggaran yang sering masih dihadapi di lapangan," papar Firman.

Baca: Mantap, Polda Jateng Larang Razia Lalu Lintas di Tepi Jalan


Firman menerangkan penindakan pelanggaran tidak hanya dilakukan dengan tilang manual atau elektronik (ETLE). Tetapi petugas juga dapat melakukan imbauan atau peringatan.
 
"Dengan kehadiran petugas di lapangan juga dalam rangka mengedukasi, mengajak masyarakat untuk siap tidak melanggar lalu lintas demi keselamatan bersama," ucap Firman.
 
Firman mengajak masyarakat untuk ikut serta berperan dalam pelaksanaan operasi zebra. Yakni dengan menaati dan disiplin dalam berlalu lintas.
 
"Yang paling penting kita ingin membentuk mengarah kepada satu budaya tertib kualitas sebagai cermin budaya dan masyarakat kita," ungkap dia.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif