Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala. MI/Angga Yuniar
Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala. MI/Angga Yuniar

Ritual dalam Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres Dinilai untuk Keluar dari Masalah Hidup

Siti Yona Hukmana • 01 Desember 2022 03:09
Jakarta: Satu dari empat korban yang merupakan satu keluarga tewas dalam rumah di Kalideres, Jakarta Barat, diketahui suka melakukan ritual. Aktivitas itu dinilai sebagai bentuk kepercayaan korban dalam meminta permohonan agar keluar dari permasalahan hidup.
 
"Dalam hal ini kepercayaan ada penggunaan ritus adalah salah satu cara mereka bertahan hidup, percaya akan ada kekuatan yang akan menyelamatkan mereka. Ada keyakinan yang bisa membawa mereka keluar dari kesulitan ekonomi, tapi ternyata tidak," kata Kriminolog Adrianus Meliala dalam konferensi pers virtual, Rabu, 30 November 2022.
 
Aktivitas ritual itu diduga dilakukan korban, Budyanto Gunawan, 68. Adrianus menyinggung soal teori apokaliptik dalam kasus tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para korban dianggap secara sadar dan sukarela menyambut kematian mereka. Namun, dalam analisis terbarunya Adrianus menyebut ritual yang dilakukan korban merupakan bentuk berserah diri mereka seraya meminta pertolongan.
 
"Jadi kalau di awal tadinya saya percaya ritual-ritual yang bersifat mistik itu sebagai teori apokaliptik, mereka melakukan ritual dalam rangka bersiap untuk mati karena mereka yakin bahwa mereka akan dapat dunia akhir zaman yang indah itu," ujar pakar tersebut.
 
Adrianus memandang ritual itu juga untuk bertahan hidup. Fungsi ritual itu, kata dia, sama dengan berdoa. Bedanya agama-agama samawi berdoa kepada Tuhan masing-masing.
 
"Nah, mereka-mereka yang punya kepercayaan beda ini berdoa dengan cara yang beda dan kepada pihak yang beda. Tapi, fungsinya untuk membantu mereka keluar dari masalah," jelas Adrianus.
 

Baca Juga: Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres, 1 Korban Diketahui Suka Ritual


Sebelumnya, polisi menemukan tulisan di sejumlah kain diduga mantra di rumah satu keluarga tersebut. Ada pula kemenyan, dan buku lintas agama yang telah disita penyidik. Bukti itu akan diselidiki dengan pendekatan deduktif. Artinya, menyesuaikan keterangan saksi dengan ahli dari psikologi forensik. Termasuk berkoordinasi dengan saksi ahli dari sosiologi agama.
 
"Kira-kira apakah perilaku-perilaku ini yang indikasinya mereka sangat tertutup, sangat mencegah hubungan dengan pihak-pihak luar di luar empat orang ini. Kemudian, adanya fakta bahwa adanya kecenderungan ritual tertentu apakah ini menunjukan motif ini akan kami dalami lagi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 30 November 2022.
 
Aktivitas ritual yang dilakukan Budyanto itu terbongkar dari pemeriksaan 28 saksi yang merupakan orang terdekat korban. Kegiatan ritual itu diikuti tiga korban lainnya. Yakni pasangan suami istri, Rudyanto Gunawan, 71 dan Renny Margaretha Gunawan, 68; serta Dian Febbyana Apsari Dewi, 42 (anak).
 
Satu keluarga itu ditemukan tak bernyawa di Kompleks Citra Garden 1 Extension Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat, 11 November 2022. Mereka ditemukan dalam keadaan membusuk dan diduga telah meninggal selama tiga minggu.
 
Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada empat jenazah. Mulanya empat orang sekeluarga itu disebut tewas akibat kelaparan. Namun, hal itu sudah diluruskan. Penyebab kematian sekeluarga masih misteri. 
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif