Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Polri Pengintimidasi Wartawan di Kediaman Irjen Sambo Diduga Salah Memahami Perintah

Siti Yona Hukmana • 15 Juli 2022 13:32
Jakarta: Anggota Polri mengintimidasi dua wartawan di lingkungan kompleks rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo saat melakukan peliputan. Oknum Polri yang berjumlah tiga orang itu mengintimidasi diduga lantaran ingin menjaga rahasia pribadi keluarga Irjen Sambo.
 
"Mungkin pemahaman anggota kami ini dengan pemberitaan-pemberitaan itu, ini sudah menyangkut privacy (pribadi)," kata Kepala Biro Provost Polri Brigjen Benny Ali di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 15 Juli 2022.
 
Benny mengatakan ketiga anggota itu hendak menjaga kondisi psikis keluarga Irjen Sambo, terutama sang istri, Putri Candrawathi. Ketiganya ditugaskan menjaga lingkungan tempat tinggal Irjen Sambo usai peristiwa baku tembak ajudan terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi dia itu melaksanakan pengamanan terstruktur. Sehingga anggota-anggota tersebut melakukan tindakan-tindakan yang berlebihan," ungkap Benny.
 

Pengintimidasi Wartawan di Rumah Irjen Ferdy Sambo Anggota Polri

Benny menyebut peristiwa intimidasi itu terjadi jauh dari rumah dinas Irjen Sambo. Namun, masih dalam satu lingkungan tempat tinggal Sambo.
 
Dia meminta maaf atas peristiwa yang terjadi. Menurutnya, ketiga anggota itu kurang paham dengan tugas yang diberikan.
 
"Selanjutnya terkait dengan kejadian tersebut, kami akan melakukan tindakan disiplin terhadap anggota tersebut," ucap jenderal bintang satu itu.
 
Benny tidak membeberkan identitas ketiga oknum Polri itu. Begitu pula bentuk tindakan tegas yang akan diberikan.
 
Kedua wartawan itu diintimidasi oleh tiga pria berbadan tegap dan berambut cepak pada Kamis siang, 14 Juli 2022. Intimidasi berawal saat dua jurnalis itu mewawancarai Asep, petugas kebersihan di sekitar Kompleks Polri Duren Tiga.
 
Tiga orang berbaju hitam, berbadan tegap, dan berambut cepak tiba-tiba muncul dari arah belakang mengendarai sepeda motor dan menghentikan wawancara yang sedang berlangsung. Ketiganya yang tidak mengenalkan identitas langsung merampas ponsel dua jurnalis tersebut. Mereka memeriksa handphone, menghapus sejumlah foto, video, dan hasil wawancara. Mereka juga memeriksa tas kedua jurnalis.
 
Sejumlah dokumen yang dihapus merupakan hasil peliputan kasus baku tembak antara dua ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di sekitar lokasi kejadian. Penjagaan rumah dinas Sambo diperketat usai baku tembak. Polisi juga sempat melarang wartawan mengambil gambar di satu sisi rumah.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif