Fuad Amin Imron (Foto:MI/Rommy)
Fuad Amin Imron (Foto:MI/Rommy)

Tipikor Putuskan Nasib Fuad Amin Hari Ini

Nasional fuad amin imron
Meilikhah • 19 Oktober 2015 10:18
medcom.id, Jakarta: Mantan Bupati Bangkalan 2003-2013 sekaligus Ketua DPRD (nonaktif) Fuad Amin Imron menghadapi sidang putusan hari ini. Ia didakwa menerima suap gas alam, di Blok Poleng, Bangkalan Madura sebesar Rp15.450.000.000. Uang diterima tiap bulan sejak 2009 hingga 1 Desember 2014.
 
Sidang seharusnya digelar pada Kamis 15 Oktober lalu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Namun, lantaran majelis hakim yang diketuai M. Mukhlis belum satu suara, sidang ditunda hingga hari ini, Senin (19/10/2015).
 
Fuad sebelumnya didakwa dengan tiga dakwaan salah satunya menerima suap gas alam, di Blok Poleng, Bangkalan Madura. Fuad diketahui menerima uang sejak 2009 hingga 1 Desember 2014 yang diterima rutin tiap bulan atau temporer yang seluruhnya berjumlah Rp15,450 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penerimaan uang ke Fuad Amin terus berlanjut meskipun sudah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan. Pemberian uang lantaran Fuad telah mengarahkan perjanjian konsorsium dan perjanjian kerja sama antara PT Media Karya Sentosa (PT MKS) dan PD Sumber Daya serta memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Codeco Energy co. limited terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur sehingga PT MKS mendapat pasokan gas dari PT Pertamina EP.
 
Fuad didakwa Pasal 12 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana, juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana dalam dakwaan pertama.
 
Pada dakwaan kedua, Fuad dinilai terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.
 
Pada dakwaan ketiga, Fuad dinilai melanggar Pasal 3 ayat (1) huruf a dan c Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang junto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.
 
Jaksa Penuntut Umum pada KPK menuntut Fuad Amin Imron kurungan 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar subsider 11 bulan kurungan. Fuad dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.
 
(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif