medcom.id, Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tidak ambil pusing atas dugaan gratifikasi yang diberikan oleh Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino kepada dia. Rini hanya tertawa menanggapi hal tersebut.
"Hahahaha, saya tertawa saja, urusannya apa?" ujar Rini usai menghadiri pertemuan CFO BUMN di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (22/9/2015).
Saat dimintai tanggapan terkait dugaan tersebut, Rini hanya menyebut jika Kementerian BUMN akan memberikan keterangan resminya. "Nanti kementerian akan memberikan press rilis. Jadi nanti kementerian saja yang akan memberikan press rilis itu," jelas dia.
Sebelumnya, Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia bermaksud melaporkan dugaan gratifikasi dari Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Joost Lino kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.
"Saya mau menyampaikan klarifikasi ke KPK perihal dugaan penerimaan gratifikasi dari Dirut Pelindo ke Menteri BUMN dalam bentuk barang," kata Masinton di Gedung KPK beberapa waktu lalu.
Menurut Masinton, gratifikasi berupa perabotan rumah. Dia mengaku, punya dokumen soal pemberian gratifikasi ini. "Dokumennya lengkap di sini. Ini masih paket hemat, belum paket jumbo, nilainya Rp200 juta," kata anggota Komisi III DPR ini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan