Mantan Dirut PLN Sofyan Basir. ANT/Sigid Kurniawan.
Mantan Dirut PLN Sofyan Basir. ANT/Sigid Kurniawan.

Sofyan Basir Menghadirkan Dua Saksi Ahli

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Faisal Abdalla • 16 September 2019 12:21
Jakarta: Sidang kasus dugaan suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 dengan terdakwa mantan Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir kembali digelar. Agenda sidang mendengarkan keterangan ahli yang diajukan pihak terdakwa.
 
"Hari ini kami menghadirkan dua ahli," kata Kuasa Hukum Sofyan, Soesilo Aribowo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jalan Bungur Besar, Jakarta, Senin, 16 September 2019.
 
Pihak Sofyan menghadirkan ahli hukum pidana dan hukum acara pidana. Mereka adalah dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta Khairul Huda dan dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Muzakir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sofyan didakwa memberikan fasilitas demi melancarkan suap dalam proyek PLTU Riau-1. Sofyan berperan sebagai jembatan yang mempertemukan sejumlah pejabat untuk memuluskan proyek itu.
 
Sofyan disebut mempertemukan terpidana kasus PLTU Riau-1 Idrus Marham, eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo di tempat yang berbeda sejak 2016.
 
Sofyan merayu ketiganya agar mempercepat proses kesepakatan proyek independent power producer (IPP) PLTU Riau-1 antara PT Pembangkit Jawa Bali Investasi, BlackGold Natural Resources (BNR, Ltd), dan China Huadian Enginering Company Limited (CHEC, Ltd), perusahaan yang dibawa Kotjo.
 
Sofyan disebut secara sadar mengetahui Eni dan Idrus akan mendapatkan uang suap dari Kotjo. Eni dan Idrus menerima suap sebesar Rp4,7 miliar secara bertahap. Uang tersebut diberikan untuk mempercepat kesepakatan proyek IPP PLTU Riau-1.
 
Atas bantuan Sofyan, perusahaan Kotjo dapat jatah proyek PLTU Riau-1. Kotjo mendapatkan keuntungan Rp4,75 miliar atas permainan kotor tersebut.
 
Sofyan Basir didakwa melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif