Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. ANT/Renald Ghifari.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. ANT/Renald Ghifari.

Wiranto: Penangkapan Soenarko Bukti Hukum Tak Tebang Pilih

Nasional kasus makar
Damar Iradat • 21 Mei 2019 16:06
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebut penangkapan mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko merupakan bukti penegak hukum tak pandang bulu. Polisi tak segan menindak elite yang terbukti melanggar hukum.
 
Menurut Wiranto, penangkapan Soenarko berkaitan dengan pernyataannya yang viral di media sosial. Soenarko juga diduga terlibat dengan kasus senjata gelap dari Aceh.
 
"Kemudian diindikasikan diduga diminta oleh yang bersangkutan untuk sesuatu maksud tertentu yang kita tidak tahu," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Wiranto, Soenarko diduga melanggar hukum. Polisi pun langsung bergerak mendalami kasus tersebut. "Itu lah yang sekarang sedang disidik kepolisian, kita tunggu saja hasilnya," ujarnya.
 
Baca: Mantan Danjen Kopassus Ditangkap
 
Mantan Ketua Umum Partai Hanura itu menjamin polisi akan menindak siapapun yang melanggar hukum. Ia meminta publik tak mempolitisasi penangkapan Soenarko.
 
"Memang aparat penegak hukum betul-betul tanpa pandang bulu menindak siapapun yang melanggar hukum," ungkap Wiranto.
 
Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko ditangkap. Dia diduga menyelundupkan senjata secara ilegal. Soenarko kini ditahan di Rutan Militer Guntur, Jakarta Pusat.
 
Penyidik juga menangkap seorang anggota TNI, Praka BP. Ia ditahan di Rutan Militer Guntur. Soenarko sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri karena dinilai telah memprovokasi masyarakat. Pelaporan itu dilayangkan oleh seorang pengacara, Humisar Sahala.
 
Soenarko dijerat Pasal 110 juncto 108 UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP tentang Makar dan Pasal 163 bis juncto 146 KUHP tentang Kejahatan terhadap Ketertiban Umum.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif