Jebakan pinjaman online. Ilustrasi: Medcom.id/M Rizal.
Jebakan pinjaman online. Ilustrasi: Medcom.id/M Rizal.

Polri: Teror Pinjaman Online di Solo Melawan Hukum

Nasional Pinjaman Online
Cindy • 29 Juli 2019 17:37
Jakarta: Polri menegaskan perbuatan rentenir pinjaman online ilegal di Solo, Jawa Tengah, adalah perbuatan melawan hukum. Pasalnya, rentenir menyebar hoaks kental unsur pelecehan seksual untuk meneror korban, YI.
 
"Itu perbuatan melawan hukum, jelas," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 29 Juli 2019.
 
Rentenir pinjaman online ilegal itu menyebarkan berita bohong bila korban rela 'digilir' untuk melunasi hutang ke rekan-rekan YI. Hal itu agar YI mau melunasi hutang sebesar Rp 1 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu modus-modus yang dilakukan oleh fintech-fintech untuk menekan konsumen yang belum mampu melunasi hutangnya atau terjerat utang oleh bujuk rayu fintech itu," ucap Dedi.
 
Kasus tersebut, kata Dedi, tengah didalami Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Masyarakat diminta berhati-hati agar tak terjerat kasus yang sama.
 
Baca: Korban Pinjaman Online 'Rela Digilir' Lapor Polisi
 
Kasus YI bermula saat korban meminjam uang melalui empat fintech berbeda. Dia mengaku tak tahu keempat fintech tersebut ilegal.
 
Tak mampu melunasi hutang yang telah jatuh tempo, YI diteror. Pemberi pinjaman menyebar hoaks bila korban rela 'digilir' untuk membayar utangnya.
 
YI melaporkan perbuatan perusahaan pinjaman online ilegal itu ke Polres Surakarta. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Solo Raya menjadi penasihat hukum dalam kasus itu.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif