Mantan anggota Komisi III DPR Nasir Djamil - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Mantan anggota Komisi III DPR Nasir Djamil - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Penolak UU KPK Diminta Ajukan Uji Materi ke MK

Nasional Revisi UU KPK
Medcom • 10 Oktober 2019 18:16
Jakarta: Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil berharap Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil revisi segera diundangkan. Pihak yang menolak hasil revisi bisa mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Menurut saya, sambil UU itu diundangkan, lalu kemudian dipraktikkan dan dievaluasi dalam waktu tertentu, kemudian pihak-pihak yang tidak sejalan dengan norma-norma itu melakukan uji materi," kata Nasir kepada wartawan, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Menurut dia, Presiden Joko Widodo tak perlu menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk menganulir atau menangguhkan UU KPK. Pengajuan uji materi dinilai lebih tepat ketimbang perppu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Oleh karena itu sebagai negara hukum yang demokrati, sudah selayaknya dan sepatutnya kekuatan argumentasi kita itu kita arahkan ke Mahkamah Konstitusi," kata mantan anggota Komisi III DPR itu.
 
Menurut dia, Presiden juga harus menjelaskan secara ilmiah soal revisi UU KPK kepada publik. Dia khawatir fungsi MK malah tidak akan dipilih untuk menyelesaikan masalah perundang-undangan.
 
"Seharusnya memang kalangan akademisi atau civitas akademika itu seharusnya mengerahkan kekuatan akal pikiran ke MK, jadi sambil berjalan," ujar dia.
 
Nasir menyayangkan anggapan yang menyebut perppu merupakan jalan pintas dan jalur di MK tidak efektif karena cenderung memakan waktu lama. Nasir menegaskan jalan yang konstitusional adalah dengan menguji UU hasil revisi itu ke MK.
 
"Selama ini teman-teman yang mengatakan itu lama ketika mengadukan atau melakukan uji materi juga lama, makanya ada beberapa aktivis mengatakan 'oh lama itu' nanti di MK, selama ini kan mereka juga melakukan uji materi lama juga," pungkas Nasir.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif