Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

KPK Ultimatum Pihak yang Sembunyikan Harun Masiku

Nasional pdip OTT KPK
M Sholahadhin Azhar • 17 Januari 2020 05:00
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin caleg PDIP Harun Masiku segera diringkus. Pelaksana Tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengultimatum supaya tak ada pihak yang menyembunyikan Harun.
 
"Pihak yang ketahui, kami harap bisa infokan lebih lanjut ke KPK," kata Ali di KPK, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Dia juga meminta Harun menyerahkan diri untuk diproses hukum. KPK mengingatkan hukuman Harun bisa lebih berat jika tak menyerahkan diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami imbau kepada yang bersangkutan serahkan diri tentunya selain merugikan diri sendiri karena tidak bisa terangkan secara utuh dan lengkap yang disangkakan tentunya nanti disidang pertimbangan sebagai orang tak kooperatif," kata Ali.
 
Harun diketahui berada di Singapura saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Harun ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR.
 
KPK menangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan PAW calon anggota legislatif (caleg) PDIP Harun Masiku.
 
KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Wahyu dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Seluruh tersangka sudah mendekam di rumah tahanan, kecuali Harun. Harun diduga kabur ke Singapura.

 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif