medcom.id, Jakarta: Tidak tampak lagi wajah bulat yang galak dengan nada bicara menggertak dari Sutan Bhatoegana, 59. Politikus Partai Demokrat itu kini bak tulang terbungkus kulit, sinar di wajahnya lebih redup, selang infus menghiasi tubuhnya.
Itu gambaran singkat dari foto-foto yang diunggah Direktur Eksekutif PT Duta Politika Indonesia Dedi Alamsyah Mannaroi di media sosial. Ia sempat menjenguk Sutan belum lama ini di Bogor Medical Center.
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua yang berpose salam persahabatan dengan Sutan di salah satu foto yang diunggah Dedi mempersilakan masyarakat menilai sendiri kondisi terkini Sutan, mantan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat. Ketika menjenguk, Max berusaha tidak memaksa Sutan bicara terlalu banyak.
"Dia ngomong saja susah. Jadi kami berbicara untuk membangkitkan semangat saja. Tidak ada pembicaraan yang lain," kata Max, Senin 14 November 2016.
Sutan Bhatoegana di kantor KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
Informasi yang didapat Max dari dokter di rumah sakit tersebut, Sutan menderita kanker hati. Sudah sekira dua pekan Ketua Komisi VII DPR periode 2009-2014 itu dirawat di pusat kesehatan tersebut.
Selama dirawat, Sutan, politikus yang tenar dengan ucapan 'ngeri-ngeri sedap' serta 'masuk barang itu' dijenguk sejumlah pejabat dan kader Demokrat. Mereka, misalnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Max, hingga Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
"Kami hanya mendoakan (agar) Tuhan memberikan mukjizat dan kemudahan," imbuh Max.
Soal bantuan kepada Sutan dari Demokrat, Max mengaku tak bisa memastikannya karena hal itu kewenangan DPP Partai Demokrat.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM Akbar Hadi mengakui adanya peluang bagi Sutan untuk mendapatkan pemotongan masa tahanan dengan alasan kesehatan. Namun, itu hanya diberikan setiap peringatan Hari Kesehatan Dunia (7 April).
"Remisi kesehatan diberikan atas dasar kemanusaiaan. Biasanya bagi yang permanen sakitnya, seperti lumpuh. Pemberian remisi tersebut paling banyak tiga bulan," jelasnya.
Untuk sementara, Sutan tetap ditempatkan di Bogor. Sebelumnya, Sutan sempat dirujuk ke Rumah Sakit Hermina, Bandung, dan Rumah Sakit Medistra Jakarta. Fasilitas kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, belum memungkinkan bagi perawatan Sutan. (Media Indonesia)
medcom.id, Jakarta: Tidak tampak lagi wajah bulat yang galak dengan nada bicara menggertak dari Sutan Bhatoegana, 59. Politikus Partai Demokrat itu kini bak tulang terbungkus kulit, sinar di wajahnya lebih redup, selang infus menghiasi tubuhnya.
Itu gambaran singkat dari foto-foto yang diunggah Direktur Eksekutif PT Duta Politika Indonesia Dedi Alamsyah Mannaroi di media sosial. Ia sempat menjenguk Sutan belum lama ini di Bogor Medical Center.
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua yang berpose salam persahabatan dengan Sutan di salah satu foto yang diunggah Dedi mempersilakan masyarakat menilai sendiri kondisi terkini Sutan, mantan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat. Ketika menjenguk, Max berusaha tidak memaksa Sutan bicara terlalu banyak.
"Dia ngomong saja susah. Jadi kami berbicara untuk membangkitkan semangat saja. Tidak ada pembicaraan yang lain," kata Max, Senin 14 November 2016.
Sutan Bhatoegana di kantor KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
Informasi yang didapat Max dari dokter di rumah sakit tersebut, Sutan menderita kanker hati. Sudah sekira dua pekan Ketua Komisi VII DPR periode 2009-2014 itu dirawat di pusat kesehatan tersebut.
Selama dirawat, Sutan, politikus yang tenar dengan ucapan 'ngeri-ngeri sedap' serta 'masuk barang itu' dijenguk sejumlah pejabat dan kader Demokrat. Mereka, misalnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Max, hingga Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
"Kami hanya mendoakan (agar) Tuhan memberikan mukjizat dan kemudahan," imbuh Max.
Soal bantuan kepada Sutan dari Demokrat, Max mengaku tak bisa memastikannya karena hal itu kewenangan DPP Partai Demokrat.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM Akbar Hadi mengakui adanya peluang bagi Sutan untuk mendapatkan pemotongan masa tahanan dengan alasan kesehatan. Namun, itu hanya diberikan setiap peringatan Hari Kesehatan Dunia (7 April).
"Remisi kesehatan diberikan atas dasar kemanusaiaan. Biasanya bagi yang permanen sakitnya, seperti lumpuh. Pemberian remisi tersebut paling banyak tiga bulan," jelasnya.
Untuk sementara, Sutan tetap ditempatkan di Bogor. Sebelumnya, Sutan sempat dirujuk ke Rumah Sakit Hermina, Bandung, dan Rumah Sakit Medistra Jakarta. Fasilitas kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, belum memungkinkan bagi perawatan Sutan. (
Media Indonesia)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)