KPK Perpanjang Penahanan Zainudin Hasan
Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan--Medcom.id/Husen Miftahudin.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan. Perpanjangan penahanan itu berlaku sejak Kamis, 25 Oktober hingga 23 November 2018.

"Perpanjangan penahanan selama 30 hari," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati Iskak saat dikonfirmasi, Selasa, 23 Oktober 2018.

Perpanjangan penahanan ini untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan suap pengadaan barang, dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tahun anggaran 2018. Zainudin merupakan salah satu tersangka dalam kasus tersebut.


Selain Zainudin, KPK juga menahan dua tersangka lain. Mereka yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan, Anjar Asmara, dan Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PAN, Agus Bhakti Nugroho. 

KPK sebelumnya menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Keempatnya yakni Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lampung Selatan Anjar Asmara, anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho, dan pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan.

Zainudin, Agus, dan Anjar diduga sebagai penerima suap, sementara Gilang sebagai pemberi suap. Tim KPK turut menyita uang sejumlah Rp600 juta dengan rincian Rp200 juta dari tangan Agus yang diduga untuk Zainudin dan Rp400 juta dari rumah Anjar. 

Atas perbuatannya, Zainudin, Anjar, dan Agus selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Gilang sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.




(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id