Konfrensi pers terkait terduga teroris Y yang tewas - Medcom.id/Lukman Diah Sari.
Konfrensi pers terkait terduga teroris Y yang tewas - Medcom.id/Lukman Diah Sari.

Terduga Teroris Klaten Diduga Bunuh Diri di Rumah Sakit

Nasional terorisme teroris
Lukman Diah Sari • 20 Maret 2019 17:23
Jakarta: Y, terduga teroris asal Klaten, Jawa Tengah, meninggal di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Y diduga kuat bunuh diri.
 
Y sempat beberapa jam dirawat sebelum akhirnya dinyatakan tak bernyawa. "Diduga bunuh diri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Y diduga bunuh diri karena tak bisa melawan petugas. Y nekat mengakhiri hidup untuk menuntaskan jihad yang diyakininya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perempuan mempunyai militansi luar biasa, seperti bom bunuh diri di Sibolga," kata Dedi.
 
Y meninggal di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, pada Senin, 18 Maret 2019. Dia dibawa ke rumah sakit karena keluhan pada bagian lambung.
 
(Baca juga:Cairan Kimia Ditemukan di Lambung Terduga Teroris Klaten)
 
Perempuan berusia 35 tahun itu ditangkap empat hari lalu di kampungnya, Desa Joton, Jogonalan, Klaten. Hasil autopsi, tim forensik menemukan asam klorida atau HCL dengan konsentrasi 8,5 persen di lambung Y. Akibat menelan HCL, organ pencernaan Y, mulai dari mulut hingga lambung, mengalami kerusakan parah.
 
"Korban mengalami pendarahan hebat. Cairan ini ada di lambung. Kita tidak tahu dia konsumsi apa, tapi zat asam sebesar itu tidak alami ada di tubuh manusia," kata Dokter forensik RS Polri Kramat Jati Asri.
 
Ketua RW 02 Desan Wetan, Desa Joton, Jogonalan, Klaten, Mujiono, diminta petugas polisi untuk menjadi saksi meninggalnya Y di RS Polri Kramat Jati. Mujiono berangkat bersama Ketua RT dan petugas kepolisian.
 
Menurut Mujiono, pihak keluarga membenarkan bahwa Y sebelumnya mengalami pembengkakan lambung. Y yang tinggal di Tangerang juga disebut baru saja menjalani operasi.
 
Saat pulang ke Klaten beberapa waktu lalu, penyakit Y sempat kambuh. "Kalau makan muntah. Setelah operasi harusnya kontrol tapi dia tidak," beber Mujiono.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif