medcom.id, Jakarta: Mantan Ajudan Muhammad Nazaruddin, Wahyudi Utomo alias Iwan, menceritakan beberapa hal tak mengenakkan selama bekerja bersama bosnya itu. Ia bahkan mengaku pernah ditendang oleh si bos.
"Orangnya tempramental," ujar Iwan saat ditanya Anas Urbaningrum dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/204).
Iwan mengaku kerap dimarahi oleh mantan Bendahara Partai Demokrat itu. Ia mengatakan Nazar bakal marah besar bila keinginannya tak dipenuhi olehnya. "Main tangan kadang Pak," ujar Iwan kepada Anas.
Ia mengatakan pernah mencoba minggat karena kekejaman Nazar ini. Hal ini karena Nazar tega menendangnya. "Pernah minggat waktu kerja, karena ditendang terus minggat pulang kampung," katanya.
Kerja dengan Nazar, lanjut Iwan, amatlah melelahkan. Padahal menurut Anas, gaji yang diterima Iwan lumayan besar. "Tapi liburnya Minggu doang Pak," cetus Iwan.
medcom.id, Jakarta: Mantan Ajudan Muhammad Nazaruddin, Wahyudi Utomo alias Iwan, menceritakan beberapa hal tak mengenakkan selama bekerja bersama bosnya itu. Ia bahkan mengaku pernah ditendang oleh si bos.
"Orangnya tempramental," ujar Iwan saat ditanya Anas Urbaningrum dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/204).
Iwan mengaku kerap dimarahi oleh mantan Bendahara Partai Demokrat itu. Ia mengatakan Nazar bakal marah besar bila keinginannya tak dipenuhi olehnya. "Main tangan kadang Pak," ujar Iwan kepada Anas.
Ia mengatakan pernah mencoba minggat karena kekejaman Nazar ini. Hal ini karena Nazar tega menendangnya. "Pernah minggat waktu kerja, karena ditendang terus minggat pulang kampung," katanya.
Kerja dengan Nazar, lanjut Iwan, amatlah melelahkan. Padahal menurut Anas, gaji yang diterima Iwan lumayan besar. "Tapi liburnya Minggu doang Pak," cetus Iwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)