Karangan bunga ke KPK. Foto: MTVN/Surya Perkasa.
Karangan bunga ke KPK. Foto: MTVN/Surya Perkasa.

Karangan Bunga Mulai Serbu KPK

Surya Perkasa • 05 Mei 2017 12:00
medcom.id, Jakarta: Bahasa bunga untuk menyampaikan dukungan sudah menjadi tren baru. Kali ini giliran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserbu belasan karangan bunga
 
"NKRI Harga Mati, KPK Milik Rakyat," begitu kata-kata yang tertulis di salah satu karangan bunga yang tiba di markas KPK, Jumat 5 Mei 2017.
 
Beragam dukungan ke komisi antirasuah juga disuarakan lewat belasan karangan lainnya. Seluruh karangan bunga dikirim oleh Gerakan Indonesia Bersatu dari seluruh Indonesia.

Beberapa karangan bunga berbunyi dukungan ke KPK yang tengah mengusut sejumlah kasus besar. Perkara itu di antaranya lasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik dan bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
 
Baca: Permintaan Pemesan Karangan Bunga Disebut Semakin 'Aneh'
 
Tren dukungan gaya baru ini mulai muncul sejak ribuan karangan bunga dikirim ke Balai Kota DKI Jakarta. Dukungan ini berasal dari simpatisan Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang kalah dalam putaran kedua pilgub DKI Jakarta.
 
Karangan Bunga Mulai Serbu KPK
Beragam karangan bunga mulai berdatangan ke Gedung KPK. Foto: MTVN/Surya Perkasa.
 
Karangan bunga yang biasanya dikirim dalam acara kematian dan perhelatan pun berubah menjadi media kritik. Sosiolog Universitas Indonesia Daisy Indira Yasmin menyebut makna karangan bunga saat ini mulai bergeser. 
 
Baca: Sosiolog: Makna Karangan Bunga Mulai Bergeser
 
"Konteks pengiriman bunga untuk tanda selamat itu biasa. Menariknya, karangan bunga ini sudah menjadi salah satu bentuk simbol kepedulian masyarakat terhadap satu isu," ujar Daisy, dalam Selamat Pagi Indonesia, Kamis 4 Mei 2017.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan