Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono/MI/Rommy Pujianto
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono/MI/Rommy Pujianto

Polisi Mendalami Dugaan Penghinaan Presiden oleh Veronica Koman

Nasional penghinaan terhadap penguasa
M Sholahadhin Azhar • 14 Mei 2017 15:07
medcom.id, Jakarta: Polisi telah menerima laporan dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo oleh Veronica Koman. Dugaan penghinaan disampaikan di depan Lapas Cipinang ketika dia berorasi menuntut pembebasan Gubenur nonaktif DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama.
 
"Laporan baru masuk, polisi masih mendalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Metrotvnews.com, Minggu 14 Mei 2017.
 
Dalam orasi pada 9 Mei 2017 itu, Veronica menghina rezim pemerintahan Presiden Jokowi. Veronica disebut sempat menyatakan rezim pemerintahan Jokowi lebih parah dari rezim Susilo Bambang Yudhoyono.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Argo, polisi perlu menyelidiki lebih lanjut laporan yang dilayangkan seorang warga, Kan Hiung. "Apakah memenuhi unsur penghinaan atau tidak. Ini sedang didalami," ucap Argo.
 
Kan Hiung melayangkan laporan karena merasa dirugikan. Ia menyebut, Presiden merupakan simbol negara yang harus dihormati.
 
"Kalau semua orang bebas berorasi dan teriak-teriak menghina Presiden kita, apa kata dunia," kata Kan Hiung saat dikonfirmasi, Sabtu 13 Mei 2017.
 
Laporan tersebut sudah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dengan nomor LP TBL/2314/V/2017/PMJ/ Dit.Reskrimum pada 13 Mei 2017. Veronica diduga melanggar Pasal 137 KUHP tentang penghinaan terhadap presiden.
 
Kan Hiung menyebut, orasi Veronica di depan umum secara tidak langsung bisa membuat rasa kepercayaan negara lain terhadap Indonesia menurun. Saat membuat laporan, Kan Hiung juga membawa sejumlah barang bukti untuk menjerat Veronica. Di antaranya pemberitaan saat Veronica berorasi serta rekaman saat Veronica berorasi.
 
"Kami sudah membawa satu keping CD, lalu screenshot sejumlah media online yang sudah memberitakan soal itu dan Pak Mendagri sudah memberitakan kalau beliau tersinggung. Dan video itu ada dua model, satu yang terang, satu yang agak gelap-gelap. Itu jelas kalau itu wajahnya Veronica Koman," jelas Kan Hiung.
 
(OJE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif