Jaksa Agung M Prasetyo. Medcom.id/Lukman Diah Sari.
Jaksa Agung M Prasetyo. Medcom.id/Lukman Diah Sari.

Kejagung Kirim Tim ke Australia Terkait Kasus Karen

Nasional Kasus hukum Karen Galaila
Sunnaholomi Halakrispen • 10 April 2018 16:37
Jakarta: Kejaksaan Agung RI terus menyidik kasus dugaan korupsi terkait investasi Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009 yang melibatkan eks Direktur Utama Pertamina, Karen Galaila Agustiawan. Kejaksaan menelisik hingga ke luar negeri.
 
Jaksa Agung RI M Prasetyo mengungapkan, pihaknya bakal pergi ke Australia. Ini untuk mencari bukti-bukti lain.
 
"Untuk mencari informasi dan bukti-bukti di sana tapi sekarang pun juga tentu sudah ada gambaran yang terang benderang ya tentang keterlibatan a, b, c-nya," tutur Prasetyo di Sasana Pradana Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jalan Hasanuddin Nomor 1, Jakarta Selatan, Selasa, 10 April 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yang jelas, kata dia, saat ini penyidik sudah mendapat bukti keterlibatan Karen memperkaya beberapa pihak untuk kepentingan dan keuntungan tertentu. Karen juga memperkaya diri sendiri dan merugikan negara.
 
"Kerugiannya sekarang kan pasti ada sekitar Rp560 miliar lebih. Pasti ada yang diutungkan, ke mana uang itu, masa uang itu hilang sendiri?" ujar Prasetyo.
 
Terkait korupsi yang melibatkan perusahaan pelat negara ini, Prasetyo tak menutup kemungkinan Pertamina bakal dijerat. Tapi, kata dia, ini butuh penyidikan lebih jauh.
 
"Ya kita lihat. Kalau memang nggak ada kaitan masalah ini sama perusahaan, untuk apa dengan korporasinya. Ini tanggung jawab perorangan sebagai dirut, sebagai legal, dan sebagai bagian keuangan," kata dia.
 
(Baca juga:Kejagung Pastikan Punya Bukti Mentersangkakan Karen)
 
Kejaksaan Agung menetapkan mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan (KGA), sebagai tersangka kasus dugaan korupsi investasi Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 yang, merugikan keuangan negara sebanyak Rp568 miliar.
 
Kasus itu berawal pada 2009 PT Pertamina (Persero) telah melakukan kegiatan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan "Agreement for Sale and Purchase-BMG Project" tanggal 27 Mei 2009.
 
Dalam pelaksanaanya ditemui adanya dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya kajian Kelayakan berupa kajian secara lengkap (akhir) atau "Final Due Dilligence" dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.
 
Tindakan tersebut, mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah USD31.492.851 serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah USD26.808.244 tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT. Pertamina (Persero) dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak nasional yang mengakibatkan adanya Kerugian Keuangan Negara cq. PT. Pertamina (Persero) sebesar USD 31.492.851 dan 26.808.244 dolar Australia atau setara Rp568.066.000.000.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif